"Berasal dari rasa sedih saya rakyat dalam pemilu dipuja dan di rayu, seolah-olah menimbulkan keresahan. Ketika pemilu selesai, rakyat akan dilupakan. Di sini menimbulkan rasa sedih saya," ujar Jaya Suprana saat jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).
Keinginan untuk mengangkat hak dan martabat rakyat menjadi dasar dari cerita Sukrasana yang diperankan oleh aktor Lukman Sardi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keinginan saya Insyaallah pagelaran ini akan mengangkat harkat dan martabat rakyat dimana rakyat adalah sukma. Tanpa ada rakyat nggak ada negara dan bangsa. Tanpa ada penguasa ada rakyat. Tanpa rakyat penguasa tidak ada," tegas Jaya lagi.
"Sang Sukrasana memang sederhana dan kumuh, tapi saktinya luar biasa. Nggak ada yang bisa mengalahkan Sukrasana," lanjutnya.
Wayang 'Sang Sukrasana' Simbol Kesetiaan
Foto: Pingkan/ detikHOT
|
"Ayah saya itu pernah bilang ke saya, 'wayang ini, itu bisa dikembangkan oleh siapa pun'. Luar biasa sekali. Jadi kelenturan makna dalam wayang ini mencerminkan demokrasi dalam arti yang sebenarnya. Banyak sekali versi tentang Sukrasana. Kalau saya mau menggunakan semua versi itu mustahil karena akan kontradiktif," papar Jaya.
"Maka saya kemudian memutuskan, saya akan mengambil yang menurut saya paling cocok. Yaitu sebagai simbol kesetiaan dan suatu pengabdian tanpa pamrih," lanjutnya lagi.
Pagelaran 'Sukrasana' ini juga menggaet aktor dan aktris Indonesia lainnya. Seperti Maudy Koesnaedi, Asmara Abigail, Ruth Marini, Inayah Wahid, dan Tina Toon.
Pagelaran ini akan berlangsung pada 17 November 2019 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pukul 16.00 WIB.
Halaman 2 dari 2