Berjudul 'Domus Sepiae', karya seni instalasi terumbu karang di bawah laut tersebut menjadi pembicaraan berbagai media nasional dan internasional. Nantinya, ia sudah memilih ada tiga lokasi.
"Ada tiga lokasi yang sudah diriset dan dipilihkan untuk dipasangi instalasi terumbu karang yang saya kira sangat urgen," katanya kepada detikHOT, belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Teater Garasi Siapkan Pentas 'Yang Fana adalah Waktu.Kita Abadi'
Di karya sebelumnya yang dipasang di Pantai Sengigi, Lombok Barat Teguh dibantu oleh Gili Eco Trust, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada penyelamatan terumbu karang. Dengan menggunakan teknologi biorock, ia berhasil membuat rumah bagi tumbuhnya terumbu karang.
Biorock adalah teknologi yang mampu membuat terumbu karang tumbuh lebih cepat dan teknologinya tersebut merupakan cara paling tepat untuk merestorasi terumbu karang. Kini sudah ada 110 struktur biorock yang terdapat di Kepulauan Gili dan Lombok. Struktur tersebut dibangun dengan berbagai macam bentuk yang menyerupai hewan laut seperti lumba-lumba, cumi-cumi, dan kura-kura
"Karena hampir 70 persen oskigen yang dihirup kita ini berasal dari terumbu karang bukan daun-daunan pepohonan. Dari 80 ribu kilometer terumbu karang, sekarang hanya sisa 6 persen," ucap Teguh.
Namun, proses pengembangan instalasi terumbu karang tersebut dinilai Teguh masih akan melalui proses jangka panjang. "Mudah-mudahan ada donatur secepatnya, karena proyek instalasi ini tidak sedikit," tuturnya.
(tia/mmu)











































