'Mayday' BITE: Kembali dengan Bernas

'Mayday' BITE: Kembali dengan Bernas

- detikHot
Jumat, 13 Feb 2015 13:50 WIB
Mayday BITE: Kembali dengan Bernas
Jakarta - Band power pop lokal ini kembali setelah sekian lama tenggelam dan sempat kehilangan personel. Tidak tinggal diam, di tahun ini mereka kembali dengan formasi baru yang membuat musik mereka kian mantap. Kali ini mereka menggaet Andi Hans (dulu tergabung dalam C'mon Lennon) yang berada di departemen gitar. Harus diakui, Hans memberikan sentuhan yang jauh berbeda dibandingkan dengan album mini BITE sebelumnya. Kocokan gitarnya, hook-hook yang diberikan membuat tiap aransemen lagu menjadi lebih hidup dan lebih bernuansa indie rock nan ciamik.

Walaupun begitu, sound bass pada 3 lagu pertama terasa kurang pas dan berjalan kurang selaras dengan keseluruhan alat musik yang ada. Ketika kita mencapai track 'Ksatria' di urutan ke-4, sound bass terasa lebih menyatu dengan instrumen lainnya dan lebih nyaman di telinga.

Vokal Rebecca Theodora yang tipis dan manis menjadi penyeimbang bagi aransemen musik yang cukup ramai dan keras. Hanya saja pada beberapa lagu, ada cengkok-cengkok yang terdengar gamang. Padahal ia sangat baik melantunkan nada apabila dibawakan dengan gaya yang tajam, tanpa perlu cengkok. Contohnya pada reffrain lagu bernuansa punk 'Karyawan Kontrak' yang terasa lebih mantap dan percaya diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aransemen pada track 2, yaitu 'Modus Operandi' mempersembahkan suara gitar akustik yang cukup mendominasi dan, lagi-lagi, aksen-aksen dari electric guitar yang diberikan oleh Hans mampu membuat lagu ini terdengar indah dan terisi. Ditambah, vokal tamu dari seorang laki-laki bernama Bobby Mandela dengan karakter vokal yang flamboyan terdengar serasi dengan vokal Rebecca yang manis dan menggoda.

Selamat untuk kembalinya BITE, yang mempersembahkan gaya musikal yang jauh lebih mantap dan bervariasi. Jika Anda suka pada masa kejayaan band Inggris, Sleeper atau band indie pop/rock lainnya, BITE mampu membawa kembali masa kejayaan tersebut dengan raungan yang lebih tajam.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads