Review Film

Liar: Antara Heroisme, Cinta dan Balapan

- detikHot
Kamis, 10 Jul 2008 10:11 WIB
Jakarta - Jika selama ini hanya menonton film seputar aksi balapan lewat film Hongkong atau Hollywood, bersiaplah menyaksikan film terbaru Rudi Soedjarwo, 'Liar.' Film ini tak hanya soal balapan, ada juga cinta dan kepahlawanan.

'Liar' berkisah tentang dua orang pemuda, Indra (Irgi Ahmad Fahrezy) dan Bayu (Raffi Ahmad). Keduanya merupakan kakak dan adik yang tertarik dengan aksi kebut-kebutan di jalanan. Indra sendiri adalah seorang mantan pembalap jalanan yang terpaksa pensiun karena aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh kelompok geng motor yang brutal. Motor kesayangan Indra pun harus melayang karena dirampas oleh anak-anak geng motor itu.

Pensiun menjadi pembalap jalanan, Indra alih profesi menjadi seorang kurir layanan pesan antar sebuah restoran pizza. Sisa-sisa kemampuan Indra sebagai pembalap membuatnya menjadi karyawan terbaik di restorannya. Indra pun tampaknya akan mendapatkan perempuan terbaik dalam hidupnya ketika ia bertemu dengan gadis bernama, Monique (Intan Nuraini). Benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Monique yang terkesan dengan penampilan Indra yang sederhana namun menawan.

Jika Indra terlihat tenang dengan kehidupannya, maka Bayu mulai bergejolak dengan jiwa mudanya. Bayu yang mulai terjun ke dunia balapan liar mencoba menunjukan jati dirinya sebagai seorang pembalap yang perlu diperhitungkan. Sejumlah balapan yang diiringi dengan taruhan satu persatu dimenanginya.

Merasa sudah tak ada yang mampu mengalahkannya di arena balap liar, Bayu pun mulai merasa jumawa. Sikap arogan dan tanpa perhitungan panjang mulai ditunjukannya. Bayu pun melihat motor yang mirip dengan milik kakaknya, Indra, yang pernah hilang beberapa waktu lalu. Merasa motor tersebut adalah miliknya, Bayu pun meminta penjelasan kepada si penunggang. Merasa tidak mendapat jawaban yang memuaskan, Bayu pun merampas paksa motor tersebut. Bayu baru menyadari kalau pria yang mengebdarai motor kakaknya tersebut adalah anggota geng motor yang pernah mengeroyok Indra.

Aksi Bayu di jalanan membuat seorang pemandu bakat menawarinya untuk menjadi pembalap profesional. Bayu yang sudah membayangkan memacu motornya di arena sirkuit balapan pun senang bukan kepalang. Namun nyali dan kemampuan Bayu selama menjadi pembalap liar dianggap belum cukup menjadi bekal.

Bayu pun diadu nyali dan kemampuannya dengan seorang pembalap wanita, Pepi (Asmirandah). Sosok Pepi yang cantik dan feminin membuat Bayu sudah berada di atas angin. Ternyata apa yang dibayangkan Bayu tidak segampang itu. Pepi pun dengan mudah mengalahkan Bayu di arena sirkuit. Dikalahkan Pepi di arena sirkuit membuat bayu hampir gagal menjadi pembalap profesional, namun untungnya pihak sponsor masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki mental dan kemampuannya. Tentu pihak sponsor menunjuk Pepi sebagai mentor si raja jalanan.

Film 'Liar' yang menyajikan aksi kebut-kebutan dijamin akan memberikan tontonan seru. Walaupun aksi kebut-kebutan hanya menggunakan motor bebek, namun tetap tidak mengurangi esensi cerita kehidupan para pembalap jalanan. Bumbu-bumbu
percintaan dan aksi perkelahian antar geng bisa membuat Anda betah menyaksikan film tersebut hingga usai.

Hanya yang perlu digaris bawahi di film itu ialah aksi perkelahian antar geng motor yang bisa membuat sebagian di antara penonton menjadi ngilu. Terutama ketika sejumlah anggota geng motor menghunuskan pisau ke perut lawannya.

Setelah menyutradarai film-film cinta dan horor, Rudi Soedjarwo mengaku mengidamkan untuk membuat film seperti 'Liar'. Rudi mengaku tak mudah mencari referensi fllm-film soal balapan motor. Jangan pun di Indonesia, film Hollywood diakuinya masih jarang mengangkat balapan motor.


(fjr/eny)