Speed telah memupuk cita-citanya menjadi pembalap profesional sejak dini. Apalagi sejak Rex meninggal dalam balap mobil lintas kota, The Crucible. Menjelang dewasa Speed (Emile Hirsch) akhirnya bisa mewujudkan hasrat terbesarnya itu. Ia menjadi pembalap kenamaan yang berdiri di perusahaan keluarganya.
Kiprah Speed membawanya bertemu Royalton (Roger Allam) dari Royalton Industries. Ia ingin mengajak Speed sebagai salah satu pembalapnya. Namun pertemuan dengan dengan Royalton membuka mata Speed bahwa persaingan balap internasional telah dinodai oleh mereka-mereka yang berkuasa dan punya uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbekal dukungan dari keluarganya pula, Speed terlibat balap mobil di The Crucible. Ia membentuk tim bersama Racer X (Matthew Fox) dan Taejo Togokhan (Rain) dengan niat meruntuhkan kekuasaan Royalton. Namun semua tak sesuai rencana.
Belum lagi Speed terbawa hati dengan firasatnya yang kuat terhadap Racer X. Ia selalu merasa pembalap bertopeng itu adalah Rex, kakak tercintanya.
Pops dan ibunya, Moms (Susan Saradon) selalu berusaha terbuka dengan anak-anaknya. Keluarga kecil ini berbagi dalam banyak hal. Kisah cinta Speed pun digambarkan dengan sederhana namun tak kehilangan gregetnya. Christina Ricci yang memerankan tokoh Trixie memberi porsi yang pas.
Film ini dikemas dalam kombinasi dunia nyata dan kartun 3D. Adegan balapan digambarkan dengan 3D, penuh warna, suara bising dan kecepatan yang luar biasa. Sedikit tak masuk akal namun terasa pas untuk setting waktu yang dibuat lebih modern.
Bagian balapan 3D pun tak membuat pusing. Film ini jelas sangat cocok untuk sajian keluarga. Beberapa unsur komedi ditambahkan di dalamnya. Coba saja jika Anda dapat menahan tawa saat adik bungsu Speed, Spritle berlaga dengan sahabat sejatinya, seekor simpanse.
Film ini memang diangkat dari kisah serial anime Jepang yang berjudul sama tahun 1960-an. Setelah disiapkan sejak tahun 1992, film ini akhirnya disutradarai dan ditulis oleh The Wachowski brothers.
(yla/yla)











































