Kamulah Satu-satunya: Susahnya Bertemu 'Idola'

- detikHot
Senin, 09 Jul 2007 09:59 WIB
Jakarta - Anda punya "Idola"? Indah punya idola. Tapi ia belum menyadari siapa idola sesungguhnya yang ingin dia cari dan temui. Indah pun bertualang ke Jakarta demi sang idola.Film ini memang berkisah tentang kehidupan seorang gadis SMU di Kabupaten Bayah, daerah Pelaburan Ratu, Indah (Nirina Zubir). Sejak kecil, Indah sangat mencintai band Dewa 19. Karena kecintaannya itu, ia pun tak melewatkan kesempatan untuk ikut undian bertemu sang idola dan mengawal mereka tur di 5 kota.Hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Indah yang membantu Abah (Didi Petet) di warung ikan bakar terpopuler didesanya sempat membuat kekacauan gara-gara matanya tak bisa lepas dari televisi.Sepuluh pemenang hampir selesai diundi oleh si pembawa acara hingga pemenang terakhir, Kabupaten Bayah disebut-sebut. Keburu girang, Abah ajukan pengumuman semua pengunjung boleh makan gratis. Ketika nama disebut, ternyata bukan Indah yang beruntung. Kocak sekaligus menyentuh.Abah bagi-bagi makan gratis sementara cucunya batal jadi jawara. Bowo (Junior) teman dekat Indah tak kehabisan akal. Ia mencari si jawara dari Bayah itu. Elis namanya. Dengan segala bujuk rayu, Elis pun luluh dan memberikan tiket bertemu Dewa 19 kepada Indah.Tentu saja dengan imbalan. Indah yang bandel terpaksa nyolong satu ember ikan bakar Abah untuk acara makan-makan 100 hari wafatnya ayah Elis. Tiket di tangan, Abah terlanjur ngamuk berat. Ia tak mengizinkan Indah pergi dan menyita tiket tersebut.Lagi-lagi Bowo jadi penyelamat. Si jenius yang hobi berkutat dengan barang temuannya itu menyelundupkan Indah beserta tiketnya agar bisa ke Jakarta. Disanalah kisah perjuangan Indah yang sesungguhnya dimulai. "Awas neng, Jakarta kejam buat orang kayak neng," ujar seorang bapak tua yang duduk disebelahnya selama perjalanan Bayah - Jakarta.Rupanya benar jawaban Indah. Jakarta juga kejam pada si bapak, belum lagi pergi dari terminal Pulau Gadung, uangnya Rp 17 juta kerampokan bahkan ia juga habis dihajar sang pencopet. Adegan seru yang mengocok perut dan membuat tercengang pun satu persatu dihadirkan menemani perjalanan Indah menuju konser Dewa 19 di Kemang, Jakarta Selatan.Bagi Indah yang masih lugu itu Dewa 19 adalah idola dan segala-galanya. Tapi ia tak pernah tahu sebenarnya apa itu idola. Idola bukan harus artis atau musisi bukan? Cinta yang sesungguhnya ternyata ada di sekitar kita. Perjalanan ini membuka mata Indah akan hal itu.Banyak adegan yang bisa membuat Anda terpingkal. Beberapa cameo dihadirkan seperti Tarzan, Andhara Early beserta suami Cesa, Fanny Fadillah, Ringgo Agus Rahman, Dennis Adhiswara dan banyak lagi. Hanung Bramantyo tak menyuguhkan banyak "gambar indah" tapi itu bukan masalah. Realita yang dihadirkan lewat arahannya sudah sangat mewakili.Film ini menggelitik di satu poin tapi juga sanggup membuat Anda terharu kemudian. Pemilihan bintang dirasa pas dengan jalan cerita, walau Nirina sekilas memang terlihat lebih tua dari Junior. Beberapa tembang Dewa 19 yang ikut jadi soundtrack dirasa pas. Sayang terkadang lagu-lagu Dewa 19 yang dinyanyikan Dewi Dewi terdengar sedikit menggangggu.Secara keseluruhan kisahnya menarik dan punya benang merah yang kuat. Sudahkah Anda menemukan "idola" yang sebenarnya?

(yla/yla)