'Snakes on a Plane': Serbuan Ular di Atas Pesawat
Jumat, 01 Sep 2006 12:12 WIB
Jakarta - Satu demi satu penumpang pesawat Pacific Air 121 tewas. Bukan karena pesawat tersebut jatuh, melainkan ada ratusan ular yang menyerbu mereka. Saat sedang bersepeda di sebuah kawasan di Hawaii, Sean (Nathan Phillips) menyaksikan aksi pembunuhan keji yang dilakukan gangster Eddie Kim. Agar si penjahat bisa masuk jeruji besi, Sean diterbangkan ke Los Angeles dengan menggunakan pesawat komersial Pacific Air 121. Ia dikawal agen FBI, Neville Flynn (Samuel L. Jackson).Mengetahui masa depannya terancam, Eddie Kim tak tinggal diam. Ia memasukkan ratusan ular berbisa ke dalam pesawat yang ditumpangi Sean. Ular-ular dengan beragam ukuran tersebut juga diberi perangsang agar lebih aktif. Pacific Air 121 dipenuhi penumpang dengan berbagai latar belakang. Ada seorang rapper kondang yang tergila-gila dengan kebersihan, ada pasangan yang baru pulang dari bulan madu yang phobia ketinggian, ada dua anak kecil yang pergi tanpa didampingi orang tua, ada juga pasangan yang tak bisa menahan birahi.Yang disebut terakhir adalah yang pertama diserang ular kiriman Eddie Kim. Saat sedang melepas nafsu di toilet pesawat, ular berbisa mematuk mereka. Tak perlu menunggu lama, ratusan ular lainnya mulai bergerak ke arah kursi penumpang, juga pilot. Kepanikan tak dapat dihindarkan. Para penumpang berlarian menyelamatkan diri ke kelas first class yang berada di lantai atas. Keselamatan diri sendiri adalah yang paling diutamakan. Ketika saat berlari ada penumpang lain yang terinjak, bahkan ada hak sepatu menancap di telinga penumpang yang terjatuh, tak ada rasa bersalah yang menyergap. Pilot, co-pilot dan puluhan penumpang tewas. Tak sedikit yang terluka dan memerlukan penawar bisa secepatnya. Sedangkan pergerakan ular ke lantai atas tak bisa terbendung lagi. Akankah mereka selamat? (ine/)











































