Review Me Time (Netflix): Tontonan Pas Buat Me Time Meski Kurang Berisi

ADVERTISEMENT

Review Me Time (Netflix): Tontonan Pas Buat Me Time Meski Kurang Berisi

Candra Aditya - detikHot
Selasa, 30 Agu 2022 10:06 WIB
Me Time (2022)
Foto: dok. Netflix
Jakarta -

Dengan nama pemain seperti Kevin Hart dan Mark Wahlberg, Anda pasti sudah tahu jenis komedi apa yang ditawarkan oleh Me Time, film original Netflix yang terbaru. Adegan slapstick, adegan teriak-teriak, kesalahpahaman dan tentu saja konklusi yang menyenangkan semua penonton. Kalau Anda sudah berdamai dengan ini, maka film ini bisa jadi tontonan yang pas untuk melepas penat setelah seharian Anda beraktivitas.

Dalam Me Time, Kevin Hart berperan sebagai Sonny, seorang bapak rumah tangga yang lumayan rewel. Kalau Anda familiar dengan film-film Kevin Hart pasti Anda bisa membayangkan seperti apa dia memainkan karakter ini. Tapi meskipun Sonny rewel dan ribet, sosoknya sangat fungsional. Dia ada dalam kehidupan anak-anaknya, dia menjalankan nahkoda rumahnya dengan baik. Sejauh ini belum pernah ada masalah besar.

Istri Sonny, Maya (Regina Hall), adalah seorang arsitek sukses yang sangat sibuk. Tentu saja dia merasa agak kehilangan karena kebanyakan ibu biasanya menjadi pengurus rumah. Tapi dinamika hubungan antara Sonny dan Maya tidak pernah ada masalah yang serius karena masing-masing mengerjakan perannya dengan baik. Oh mungkin Sonny agak sedikit cemburu dengan bos Maya, Armando (Luis Gerardo Mendez), yang tampan dan sepertinya naksir dengan istrinya.

Suatu hari Sonny mendapatkan jatah untuk "libur". Sementara anak-anaknya pergi bersama istrinya, Sonny menggunakan waktu me time-nya untuk melakukan hal-hal yang jarang dia lakukan. Masuklah Huck (Mark Wahlberg), mantan sahabat Sonny yang terkenal blangsak dan impulsif. Huck membuat hari-hari Sonny menjadi lebih berwarna. Tapi Huck juga mengajak Sonny untuk menjadi orang yang ia hindari.

Ditulis dan disutradarai oleh John Hamburg ('Why Him', 'I Love You, Man'), Me Time adalah jenis komedi yang lumayan anteng dengan zona nyamannya. Film ini tidak ada usaha untuk mengeksplor komedi yang lebih dari sekedar adegan-adegan yang cuman bikin nyengir sedikit. Yang penting adegannya terlihat lucu dan selesai. Kalau Anda mengharapkan komedi yang agak bergizi, Me Time jelas akan membuat Anda kecewa. Tapi kalau Anda mau menonton film yang lumayan nggak mikir untuk mengisi waktu, Me Time menyediakan adegan-adegan lucu sekilasan yang mungkin menghibur.

Seperti halnya komedi Kevin Hart dan Mark Wahlberg pada umumnya, Anda akan melihat humor-humor seperti diserang binatang tiba-tiba (cue Kevin Hart teriak-teriak), debt collector yang tiba-tiba datang atau buang kotoran di atas kasur. Kalau Anda tertawa melihat adegan mobil menabrak kura-kura, Anda akan menikmati film ini.

Ada beberapa bagian dari Me Time yang menarik seperti hubungan Sonny dan Huck. Chemistry Kevin Hart dan Mark Wahlberg lumayan meyakinkan sehingga saya bisa merasakan kalau mereka memang beneran mantan sahabat. Saat Huck mengejutkan Sonny dengan penampilan Seal, film ini berubah menjadi agak sedikit hangat. Sayangnya Me Time terlalu sibuk untuk menjadi komedi sehingga dia tidak terlalu fokus dengan momen jujur ini. Padahal kalau film ini mau untuk fokus dengan ini, film ini bisa saja menjadi komedi yang agak lebih baik.

Agak disayangkan seorang talenta besar seperti Regina Hall di film ini hanya berfungsi sebagai orang yang lurus. Kalau Anda melihat serial Scary Movie atau Girl's Trip, Anda pasti tahu bakat aktor yang satu ini. Sementara itu Kevin Hart seperti biasa melakukan apa yang dia lakukan dengan sangat baik: menjadi hiperbola dan histeris. Mark Wahlberg juga seperti biasa bermain jadi cowok serampangan seperti yang ia sering lakukan di komedi serupa. Wahlberg tidak buruk, tapi ia sangat aman sekali.

Pada akhirnya Me Time adalah film yang sangat Netflix: mudah diakses tapi di saat yang bersamaan juga sangat mudah dilupakan. Kalau Anda mau me time dengan tontonan yang santai, Me Time bisa jadi pilihan itu.

Me Time dapat disaksikan di Netflix.

---

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(aay/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT