Dash and Lily: Berpetualang Mencari Cinta Di Tengah Natal

Chandra Aditya - detikHot
Jumat, 13 Nov 2020 19:54 WIB
Dash & Lily
Serial Dash and Lily. Dok. Netflix
Jakarta -

Bayangkan ini: New York (sebelum pandemi tentu saja) dengan suasana Natal. Yup. Jalanan ditutupi salju, semua New Yorker memakai syal, ekspresinya ceria dan hiasan natal dimana-mana. Pasangan saling peluk untuk menghangatkan diri, keluarga berkumpul untuk berbagi kebahagiaan. Toko-toko memutar lagu-lagu Natal untuk membuat suasana lebih ceria. Dua remaja New York menghadapi ini semua dengan berbeda.

Dash (Austin Abrams, diculik dari kesibukannya main di serial Euphoria) adalah seorang remaja laki-laki yang lebih suka berdiam diri. Bisa dibilang dia introvert. Dia memilih untuk membaca buku atau jalan-jalan ke toko buku. Ibu dan ayahnya sudah lama bercerai.

Salah satu alasan kenapa Dash begitu membenci Natal. Mereka mengabarkan perpisahan ini di momen ini beberapa tahun yang lalu. Ibunya pergi entah kemana dan ayahnya berpergian dengan pacarnya yang kemana. Itulah sebabnya Dash sendirian. Kesepian adalah temannya.

Lily (Midori Francis) adalah kebalikannya Dash. Dia sangat mencintai Natal. Mungkin mencintai bukan kata yang tepat. Lily lebih tepatnya terobsesi dengan Natal. Natal menurutnya adalah momen paling menyenangkan di seluruh dunia. Seluruh keluarganya berkumpul, memakai piyama yang sama, saling tertawa sambil membuka kado.

Dash & LilyDash & Lily. Foto: Dok. Netflix

Tapi tahun ini Lily agak bersedih. Kakeknya pergi ke Florida untuk mengunjungi pacarnya. Sementara kedua orang tuanya pergi ke Fiji untuk liburan. Dia hanya tinggal bersama kakaknya, Langston (Troy Iwata Langston), yang lebih sibuk dengan pacar barunya ketimbang dirinya.

Kemudian muncul ide yang berbahaya. Sebuah permainan. Lily menaruh sebuah buku dan mengajak penemu buku tersebut untuk bermain teka-teki. Jika cocok, mungkin mereka bisa menjadi teman... atau bahkan mungkin lebih. Ketika Dash menemukan buku tersebut, hatinya berdesir.

Apalagi ketika tahu bahwa siapapun pembuat teka-teki ini sepertinya "mengerti" dirinya sendiri. Mengerti bagaimana rasanya dianggap menjadi aneh. Bisakah dua orang yang sangat berbeda ini akhirnya bersatu?

Selanjutnya
Halaman
1 2