detikHot

premiere

'Love Wedding Repeat': Komedi Romantis Yang Hambar

Sabtu, 11 Apr 2020 17:00 WIB Candra Aditya - detikHot
Love Wedding Repeat Foto: Love Wedding Repeat (dok. Netflix)
Jakarta -

Tuhan tahu bahwa kita butuh sesuatu yang menyenangkan di masa-masa gelap ini. Netflix paham akan hal ini dan memberikan sesuatu yang kita butuhkan: sebuah film komedi romantis. Dengan track record yang brilian seperti Set It Up, To All The Boys I've Loved Before bahkan sampai Always Be My Maybe, komedi romantis mereka terbaru yang diberi tajuk Love Wedding Repeat jelas memberikan harapan.

Di atas kertas, Love Wedding Repeat mempunyai resep yang pas. Karakter utama prianya adalah si ganteng Sam Claflin (muncul dalam sekuel Hunger Games dan Love Rosie jika Anda memang pecinta film komedi romantis), sebagai seorang bucin ganteng bernama Jack. Love interestnya adalah Olivia Munn yang memang mempesona sebagai Dina, seorang jurnalis perang. Tiga tahun yang lalu mereka bertemu dan keduanya merasakan sesuatu. Jack baru saja akan menyatakan cintanya ke Dina ketika timing tidak berpihak kepadanya. Malam itu keduanya pulang dengan hati gamang.

Tiga tahun kemudian, musim panas, di Italia. Saudari Jack bernama Hayley (Eleanor Tomlinson) menikah dengan cowok Italia. Di pernikahan ini-lah segala jenis kekacauan terjadi. Jack berbinar-binar ketika melihat Dina juga datang ke acara ini. Sementara itu mantan Jack yang sungguh menyebalkan bernama Amanda (Freida Pinto) bersama cowok barunya bernama Chaz (Allan Mustafa) datang merusak suasana. Seorang pria yang bekerja di asuransi mobil bernama Sidney (Joel Fry) juga muncul dan memakai kilt walaupun dia bukan orang Skotlandia. Bryan (Joel Fry) sebagai made of honor ingin sekali membuat produser kenamaan yang datang ke pernikahan ini terkesima dengan skill aktingnya. Dan yang paling parah mungkin adalah kemunculan Marc (Jack Farthing), mantan Hayley yang tidak diundang yang ingin mengacaukan pernikahan ini.

Love Wedding Repeat jelas terinspirasi dengan salah satu film komedi romantis yang settingnya di pernikahan lain berjudul Four Weddings And A Funeral. Berbeda dengan film yang ditulis oleh rajanya komedi romantis Richard Curtis tersebut, Love Wedding Repeat tidak mempunyai plot yang baik, karakterisasi tokoh yang menarik apalagi jokes yang jelas. Hal ini sangat disayangkan mengingat sutradara dan penulis Dean Craig sempat menulis Death At A Funeral yang lumayan mengocok perut.

Menaruh berbagai karakter eksentrik dan mengurungnya di ruangan yang sama sebenarnya adalah resep komedi yang sungguh gemilang. Itu sebabnya banyak komedi melakukannya. Termasuk Death At A Funeral. Sayangnya hal tersebut tidak terjadi dalam film ini. Semuanya terasa hambar. Sebagai sebuah film roman dia tidak cukup mempunyai banyak pesona untuk membuat saya peduli dengan nasib percintaan karakter-karakternya. Sebagai sebuah komedi, dia tidak menawarkan sesuatu yang cukupan untuk membuat saya tertawa. Jokes yang mungkin lucu adalah semua hal cringe yang dilakukan oleh karakter Sidney. Tapi itu pun tidak bertahan lama.

Ketika saya mengira bahwa kehambaran film ini sudah sampai ke batas maksimum, Craig kemudian mengejutkan saya dengan twist yang muncul di tengah-tengah film. "Bagaimana kalau ada alternatif cerita lain?" katanya. Sayangnya trik yang diharapkan menyelamatkan ke-anyep-an film ini justru terasa seperti bumerang. Bukannya membuat film ini mempunyai senjata untuk membuat ceritanya menjadi lebih menarik tapi justru menimbulkan banyak pertanyaan.

Pemilihan casting film ini sebenarnya sudah cukup tepat. Hampir semuanya sesuai dengan karakter yang mereka mainkan. Hanya saja skrip yang diberikan kepada aktor-aktor ini tidak mempunyai material yang kuat sehingga apapun yang mereka lakukan tetap terasa biasa saja. Claflin berusaha keras untuk terlihat charming tapi karakternya terasa begitu hampa. Begitu dengan Olivia Munn. Kalau Anda menonton The Newsroom, Anda pasti tahu bahwa Munn bisa melakukan apa saja. Tapi dalam film ini, dia hanya perlu tampil cantik.

Bagian baik dari Love Wedding Repeat adalah visualnya yang akan membuat Anda terpesona. Alhamdulilah berkat pemandangan Italia dan warna-warna krem yang menyenangkan, Love Wedding Repeat terlihat seperti sebuah liburan yang tidak pernah akan kita alami. Ditambah dengan barisan orang-orang tampan dan cantik memakai baju mahal dan makan makanan mahal. Love Wedding Repeat ternyata tidak berhasil untuk membuat pecinta komedi romantis seperti saya termehek-mehek. Tapi setidaknya, Anda bisa menonton film ini sambil bermain ponsel dan masih bisa mengikuti isi ceritanya.

Love Wedding Repeat dapat disaksikan di Netflix.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.




Simak Video "Pajak Digital Diberlakukan, Ini Tarif Baru Netflix"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/dal)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com