detikHot

premiere

'The Divine Fury': Aksi Park Seo-Joon Melawan Iblis

Jumat, 16 Agu 2019 08:51 WIB Candra Aditya - detikHot
Foto: The Divine Fury (imdb) Foto: The Divine Fury (imdb)
Jakarta - Kepercayaan kepada Tuhan adalah sesuatu yang tidak hanya personal tapi juga kompleks. Karena itulah agak susah untuk simpati kepada orang-orang yang terlalu percaya bahwa agama mereka yang terbaik dan agama orang lain kurang begitu baik.

Berkomunikasi dengan Tuhan seperti berdoa adalah sebuah aktivitas yang sangat intim. Di sinilah keimanan kita teruji. Apa yang terjadi jika doa kita tidak dikabulkan?

Apakah kita masih percaya terhadap-Nya atau memilih balik badan seperti yang dilakukan Park Yong-Hoo (Park Seo-Joon) ketika ayahnya meninggal?

Ini bukan pertama kalinya Yong-Hoo merasa bahwa Tuhan tidak mendengarnya. Ibunya meninggal karena melahirkannya. Dan kini dia tinggal bersama nenek dan ayahnya. Ketika sang ayah juga meninggal karena kecelakaan, amarah Yong-Hoo meluap.

'The Divine Fury: Aksi Park Seo-Joon Melawan IblisFoto: The Divine Fury (imdb)


Tuhan tidak mendengar doanya. Semuanya hanya omong kosong. Dan kini ia tumbuh dewasa dengan amarah memenuhi telinga dan kepalanya. Dan inilah yang membuatnya sebagai atlit MMA yang dapat diandalkan.

Kemudian sesuatu yang aneh terjadi. Pada awalnya semua hanya barisan mimpi-mimpi yang tidak koheren. Diawali dengan kehadiran ayahnya yang tiada, Yong-Hoo mendapatkan tanda stigmata di telapak tangannya. Tanda seperti luka salib Yesus di tangannya tersebut pada awalnya diacuhkan oleh tim dan dokter-dokter. Tidak ada infeksi, tidak ada yang mencurigakan.

Mungkin memang luka tersebut hanya anomali. Tapi kemudian mimpi Yong-Hoo lama kelamaan semakin horor. Muncul sosok-sosok menyeramkan yang mencoba membuat tidurnya tidak nyenyak. Dan entah kenapa, luka di tangannya setiap malam mengeluarkan darah.

'The Divine Fury: Aksi Park Seo-Joon Melawan IblisFoto: The Divine Fury (imdb)


Dan dia akhirnya bertemu dengan Father Ahn (Ahn Sung-Ki). Pastor dari Vatikan ini pekerjaannya adalah mengusir iblis-iblis yang berkeliaran di Seoul dan merasuki jiwa-jiwa tak berdosa. Pertemuannya dengan Father Ahn membawa Yong-Hoo dalam sebuah petualangan yang menegangkan, misteri yang membingungkan dan perjalanan spiritual yang tidak ia duga-duga.

Ditulis dan disutradarai oleh Jason Kim yang menyutradarai film hit Korea berjudul 'Midnight Runners' (yang juga dibintangi oleh Park Seo-Joon), 'The Divine Fury' memiliki sebuah premis yang sungguh menarik. Bagaimana jika seorang MMA fighter ternyata mempunyai kemampuan untuk mengusir iblis? Tambahkan dengan adegan-adegan aksi yang mantap dan suasana horor yang paten, 'The Divine Fury' akan menjadi sebuah tontonan yang spektakuler. Sayangnya hasil akhirnya tidak seperti yang dibayangkan.

'The Divine Fury: Aksi Park Seo-Joon Melawan IblisFoto: The Divine Fury (imdb)


Untuk ukuran film blockbuster, 'The Divine Fury' lebih sunyi daripada film-film semacamnya. Kalau Anda berharap ini akan menjadi 'Midnight Runners 2' di mana aksi, reaksi dan jokes demi jokes bermunculan dengan cepat, Anda akan siap-siap kecewa karena 'The Divine Fury' sangat tenang. Film ini seperti slow-burn thriller hanya saja ketegangannya absen.

Bukannya setiap film blockbuster harus bertempo cepat dan menampilkan kejadian seru setiap sepuluh menit sekali? Sama sekali tidak. Hanya saja kesunyian yang ada di 'The Divine Fury' tidak diimbangi dengan content yang membuat kesunyiannya layak untuk ditunggu.

Film ini sebenarnya agak membingungkan. Sebagai sebuah film action, keseruannya hanya muncul di babak pamungkas. Itu pun rasanya sangat hambar karena penonton sama sekali tidak terikat dengan rasa bahaya. Sebagai sebuah film misteri/horror, kengerian yang ditampilkan oleh Jason Kim sama sekali tidak akan membuat Anda tergerak.

Isu eksploitasi perempuan yang ada di 'Midnight Runners' jauh lebih membuat banyak orang merinding daripada misteri penyembahan iblis yang ada di film ini. Dan sebagai sebuah drama, film ini kekurangan character development untuk membuat hubungan antara kedua karakter utamanya berisi.

Meskipun dua aktor utamanya bermain dengan lumayan, agak susah untuk penonton bisa terlibat dalam perjalanan spiritual yang dialami oleh Yong-Hoo karena development karakternya terjadi tiba-tiba dan sangat ambigu.

'The Divine Fury: Aksi Park Seo-Joon Melawan IblisFoto: The Divine Fury (imdb)


Kenapa dia dari semua orang yang mendapatkan anugerah ini? Tidak ada jawabannya selain ayahnya yang ternyata melindunginya. Father Ahn pun juga sama. Karakternya terlalu simple dan kalem untuk membuat keduanya tampak seperti memiliki koneksi yang akan merubah hidup masing-masing.

Dengan durasi dua jam lebih, 'The Divine Fury' adalah sebuah perjalanan yang cukup melelahkan. Ditambah lagi dengan klimaks yang sama sekali tidak menarik, fakta bahwa akan ada lanjutan 'The Divine Fury' membuat keinginan saya untuk menonton lanjutannya menguap begitu saja.

Jason Kim memang masih sanggup menampilkan visual yang aduhai. Kota Seoul tidak pernah terlihat sekeren dan semencekam itu. Untuk pertama kalinya mungkin neon-neon di kota Seoul mempunyai kontribusi yang paten terhadap film ini. Tapi gambar bagus tidak langsung membuat filmnya langsung menjadi keren. Yang ada, gambar bagus tersebut malah jadi pengingat bahwa di balik visualnya yang gemerlap, isi di dalamnya sungguh hampa.

'The Divine Fury' dapat disaksikan di jaringan CGV dan Cinemaxx




Simak Video "MA soal Kasus Pengacara Pukul Hakim: Tak Bisa Dibiarkan!"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed