detikHot

Hot Review

'Us': Musuh Terbesar Kita adalah Diri Kita Sendiri

Jumat, 22 Mar 2019 11:45 WIB Candra Aditya - detikHot
Foto: (imdb.) Foto: (imdb.)
Jakarta -

Satu keluarga yang harmonis menghabiskan musim panas mereka dengan liburan. Ada Gabe sebagai kepala keluarga (Winston Duke) yang energinya meletup-letup. Ada Adelaide (Lupita Nyongo'o) yang merupakan seorang ibu yang sangat perhatian.

Ada Zora (Shahadi Wright Joseph) putri Gabe dan Adelaide yang merupakan atlet lari. Kemudian terakhir ada Jason (Evan Alex) yang terobsesi dengan sulap.

Hubungan keluarga ini sangat harmonis. Mereka sangat in sync. Entah kenapa hari itu Adelaide merasakan ada hal yang aneh. Dia merasa bahwa hari itu banyak kebetulan yang terjadi.

Dia menyatakan kekhawatiran ini ke Gabe tapi Gabe dengan cepat mengatakan bahwa ini semua hanya kebetulan saja. Tentu saja malam itu mereka melihat sosok misterius di depan rumah mereka.

'Us': Musuh Terbesar Kita adalah Diri Kita SendiriFoto: (imdb.)


Gabe mencoba mengusir mereka tapi 4 orang di depan rumahnya tidak bergeming. Adelaide menghubungi polisi dan dia sudah ketakutan. 4 orang misterius tersebut kemudian berlari dan mencoba masuk ke dalam rumah. Gabe, Adelaide, Zora dan Jason sangat ketakutan. A

palagi ketika mereka melihat siapa yang mereka hadapi. Dengan gunting di tangan mereka, 4 orang ini sungguh-sungguh mirip dengan diri mereka sendiri. Sebelum mereka (dan juga penonton) bertanya 'siapa mereka?'. Keluarga Wilson sekarang harus berpikir bagaimana caranya bertahan hidup.

'Us': Musuh Terbesar Kita adalah Diri Kita SendiriFoto: (imdb.)


Jordan Peele adalah sosok yang sangat mengejutkan. Sebelum 'Get Out' ia terkenal dengan perannya sebagai komedian. Jika Anda familiar dengan lima musim 'Key and Peele' yang tayang di Comedy Central, sosok Jordan Peele bukanlah lagi sosok yang asing.

Kemudian mendadak, secara tiba-tiba dia menyutradarai 'Get Out'. Film horor indie yang juga diproduseri oleh Jason Blum itu ternyata tidak hanya berhasil membuat semua orang freak out dengan sukses tapi juga memberikan sesuatu yang jarang diberikan oleh kebanyakan film horor lainnya: social commentary.

Jordan Peele tidak hanya sukses memberikan komentar tentang rasisme melalui film horornya tapi dia juga mempermainkan karakteristik yang biasanya ada di film horor. Karakter African-American yang biasanya menjadi bumbu dalam film horor kali ini taruh di tengah layar sebagai karakter utama.

Berkat inilah 'Get Out' langsung melesat menjadi sebuah perbincangan para penggemar film. Hingga akhirnya Jordan Peele dianugerahi Oscar tahun lalu di kategori Best Original Script.

'Us': Musuh Terbesar Kita adalah Diri Kita Sendiri'Get Out' Foto: dok Universal Studio



Keberhasilan 'Get Out' yang gegap gempita ini bisa jadi merupakan anugerah sekaligus kutukan. Dalam waktu singkat Jordan Peele langsung diusung sebagai maestro horor. Orang-orang langsung menaruhnya di puncak tertinggi. Yang akhirnya membuat film keduanya, 'Us', menjadi salah satu film horor yang sangat ditunggu-tunggu.

Satu hal yang pasti setelah 'Us' selesai diputar, kemampuan Jordan Peele dalam meramu ketegangan bukanlah kebetulan semata. Menonton 'Us' seperti menonton sebuah pertunjukan seni seorang master ketegangan yang tahu benar kapan dia mempermainkan penonton. Dan yang menarik adalah Jordan Peele sepertinya tahu apa yang kita harapkan dari 'Us' sehingga dia memelintir begitu banyak hal sehingga kita tidak bisa menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sangat menyegarkan untuk bisa menonton sebuah film dimana pembuatnya menghargai intelejensia penontonnya ketimbang menyuapi penonton terus-terusan dengan berbagai banyak penjelasan.

Meskipun 'Us' tidak sebrilian seperti 'Get Out' dalam bidang social commentary-nya, tetapi film ini tetap cemerlang sebagai film horor. Dengan perlahan Jordan Peele memperkenalkan kita kepada masa lalu tokoh utamanya sebelum kita diajak untuk melihat Keluarga Wilson di masa sekarang.

'Us': Musuh Terbesar Kita adalah Diri Kita SendiriFoto: (imdb.)



Tempo film ini berjalan dengan sangat mulus sehingga ketika 'Us' berubah menjadi home invasion thriller, kita sudah dalam keadaan siap siaga. Oh dan Anda akan segera ketakutan begitu 'Us' menjadi film horor. Suspense-nya terjaga dengan begitu ketat sehingga jantung Anda akan berdebar-debar dibuatnya.

Begitu banyak hal yang terjadi dan Jordan Peele tetap menjaga misteri yang ada di dalam 'Us' sampai akhirnya misterinya perlahan demi perlahan terbongkar seperti bawang merah. 'Us' memang tidak seperti 'Get Out' yang sangat spesifik, tapi 'Us' tetap menyatakan sesuatu. Ia membahas sesuatu yang lebih dalam dari diri kita sendiri. Tidak seperti 'Get Out' yang lebih jelas dalam berpidato, 'Us' agak lebih abstrak.

Dari segi presentasi teknis, Jordan Peele sudah menunjukkan bahwa film ini akan jauh lebih sophisticated dari apa yang bisa ia tawarkan setelah 'Get Out'. Refleksi, pintu masuk sampai langit-langit rumah memberikan nuansa yang menyeramkan.

Sinematografer Michael Giolakis bermain-main dengan cahaya dan bayangan dengan sangat efektif sehingga pergerakan karakter seminimal mungkin bisa memberikan efek kengerian yang paten. Pergerakan kameranya diatur dengan begitu sempurna. Menyaksikan pergerakan kamera dalam Us seperti menyaksikan tarian balet. Semuanya tampak presisi.

Dengan visual yang prima, Jordan Peele kemudian menghadirkan scoring Michael Abel yang sungguh-sungguh brilian. Musik memang komponen yang sangat krusial dalam film horor dan Michael Abel mengerti itu. Ia mengiringi 'Us' dengan nada-nada tak biasa yang akan membuat Anda menutup mata bahkan sebelum horor itu datang.

Tapi semua komponen teknis itu tak akan membuat 'Us' menjadi sebuah horor yang brilian kalau pemain-pemainnya tidak tampil sebrilian ini. Winston Duke yang kemarin mencuri perhatian melalui 'Get Out' akan membuat Anda relax dengan attitudenya yang pas. Dua pemain cilik, Shahadi Wright Joseph dan Evan Alex, masing-masing juga bermain dengan sangat oke.

'Us': Musuh Terbesar Kita adalah Diri Kita SendiriFoto: (imdb.)



Hampir semua orang di film ini harus memerankan dua peran, karakter mereka dan karakter mereka yang jahat, dan semuanya berhasil mempersembahkan itu dengan mulus.

Tapi 'Us' memang filmnya Lupita Nyong'o. Artis muda ini memang sebuah anomali. Tampil pertama kali melalui '12 Years A Slave' dan langsung mendapatkan Oscar, Nyong'o akan membuat Anda simpati dan ketakutan pada saat yang bersamaan.

'Us': Musuh Terbesar Kita adalah Diri Kita SendiriFoto: (imdb.)



Ketika menjadi Adelaide, Anda akan merasakan kegelapan masa lalu yang menghantuinya. Dan ketika ia berubah menjadi Red, Nyong'o menjadi mimpi buruk yang indah. Ekspresi wajahnya yang kaku dan suaranya yang parau setengah berbisik akan membuat Anda mencengkeram pergelangan kursi bioskop erat-erat.

Secara cerita, 'Us' memang lebih mirip seperti episode Twilight Zone (atau Black Mirror) yang dipanjangkan selama dua jam. Twist yang hadir memang bukan hal yang spesial tapi ia seperti whip cream di atas sebuah sundae yang sangat enak. 'Us' adalah sebuah horor yang sangat menyenangkan. Jordan Peele tidak hanya berhasil membuat Anda ketakutan tapi ia akan membuat Anda tertawa di saat-saat yang tidak terduga. Dan Jordan Peele benar, musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.


(doc/doc)

Photo Gallery

screenshoot-movie

.
.

screenshoot-movie

.
.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com