DetikHot

premiere

Lagi Lagi Ateng dan Tribute untuk Para Legenda

Jumat, 11 Jan 2019 15:59 WIB  ·   Silvia Galikano - detikHOT
Lagi Lagi Ateng dan Tribute untuk Para Legenda Foto: dok. Lagi Lagi Ateng
Jakarta -

Ateng (Augie Fantinus), anak tunggal seorang bangsawan Jawa yang tinggal di sebuah desa di Salatiga. Dia hidup berkecukupan, dimanja dan dilingkupi cinta dari bapak (Surya Saputra) serta pengasuhnya, Mbok Sutinah (Rohana- Srimulat).

Temannya sehari-hari adalah putera Mbok Sutinah, Iskak (Soleh Solihun), yang punya pekerjaan rutin memerah susu sapi bernama Susi. Hari ini Ateng berulang tahun ke-25. Sebagai kado, bapak akhirnya mengabulkan permintaan Ateng yang sudah lama dia minta tapi tak juga dipenuhi, yakni liburan ke Jakarta.

Namun ada satu syarat, Ateng harus ditemani Iskak. Di Jakarta, keduanya menginap di hotel mewah, modern, dan di pusat kota. Gegar budaya sekaligus gagap teknologi pun mereka alami, seperti memberi tip Rp 500 untuk bell boy, menghamburkan diri begitu menemukan sofa empuk, lompat-lompat di ranjang, takjub dengan kimono mandi, hingga memencet semua nomor lift.

Lagi Lagi Ateng dan Tribute untuk Para LegendaAugie Fantinus sebagai Ateng. Foto: (dok.Lagi-Lagi Ateng)


Sementara itu, di hotel yang sama, sedang digelar presentasi oleh Agung (Augie Fantinus), motivator yang sedang naik daun. Mottonya yang terkenal adalah "Masa lalu ditambah masa kini sama dengan masalah". Agung menginap di hotel ini, juga asistennya, Cemplon (Julie Estelle).

Keesokannya, seluruh tokoh kita ini bertemu di restoran saat sarapan. Semua terkejut, sudah pasti. Agung pun berpikir cepat, pasti ada penjelasan mengapa mereka bisa berwajah dan berbentuk tubuh sama tapi baru kali ini bertemu.

Ateng mengeluarkan sobekan foto yang menampilkan Ateng bayi digendong bapak. Agung pun mengeluarkan sobekan foto dari dompetnya, Agung bayi digendong ibu (Unique Priscilla). Dua foto itu ketika disambungkan ternyata cocok.

Dengan siasat yang disusun Cemplon dan Iskak, dimulailah pencarian siapa Ateng dan Agung sebenarnya. Tak tanggung-tanggung, Ateng dan Agung harus bertukar peran. Ateng menjadi Agung dan pulang ke rumah ibu di Jakarta, dan Agung menjadi Ateng pulang ke rumah bapak di Salatiga.

Lagi Lagi Ateng dan Tribute untuk Para LegendaSoleh Solihun sebagai Iskak. Foto: (dok.Lagi-Lagi Ateng)


Maka dimulailah kelucuan, kekacauan, dan kekusutan yang jadi inti cerita film ini. Ateng adalah legenda komedi Indonesia bernama lengkap Andreas Leo Ateng Suripto (Kho Tjeng Lie, 1942 - 2003). Dia aktif dari era 1960-an hingga 2000- an bersama kawan-kawannya di Kwartet Jaya, yakni Iskak (1933 - 2000), Eddy Sud (1937 - 2005), dan Bing Slamet (1927 - 1974).

Sejumlah film komedi yang mereka bintangi pernah merajai bioskop, seperti Ateng Minta Kawin (1974), Ateng Kaya Mendadak (1975), Ateng The Godfather (1976), Ateng Bikin Pusing (1977), Kisah Cinderella (1978), serta Ira Maya dan Kakek Ateng (1979).

Setelah Bing Slamet tutup usia dan Eddy Sud sejak 1980-an fokus sebagai Koordinator Acara Aneka Ria Safari, nama duo Ateng-Iskak yang kemudian mengemuka. Duo ini juga yang memerankan punakawan Bagong dan Petruk di acara Ria Jenaka - TVRI pada 1980-an.

Menonton Lagi Lagi Ateng seperti menonton kembali cuplikan-cuplikan film Ateng empat dekade lalu, ketika jamak gerak bibir dan suara tidak selaras karena ketidaktepatan saat disulih suara. Film-film itu dihidupkan kembali dalam situasi modern.

Naskah film ini asli, dibuat Monty Tiwa, bukan remake maupun reboot, merupakan tribute untuk Ateng dan Iskak dengan tetap menjaga spirit film-film Ateng dan Iskak terdahulu. Komedinya adalah komedi keluarga, bukan jahil, slapstick, apalagi mesum.

Lagi Lagi Ateng dan Tribute untuk Para LegendaSalah satu adegan di film 'Lagi-Lagi Ateng'. Foto: (dok.Lagi-Lagi Ateng)


Penampilan Augie Fantinus yang baru kali ini menjadi pemain utama, layak diapresiasi. Dia piawai menirukan gestur, ekspresi, dan suara Ateng. Pun sebaliknya, tidak ada "rasa" Ateng sama sekali yang terbawa ketika bertukar peran sebagai Agung si saudara kembar yang kepribadiannya jauh berbeda dari Ateng.

Sebagai Agung sang motivator, Augie tampil meyakinkan dengan suara rendah dan tegas yang menyiratkan optimistik, termasuk ditampilkan juga bahwa semua yang di panggung itu sandiwara belaka. Ketika masuk adegan menyamar, kerja Augie lebih ribet lagi.

Praktis, dia memerankan empat karakter, yakni Ateng, Agung, Ateng yang menyamar jadi Agung, serta Agung yang menyamar jadi Ateng. Omong-omong tentang karakter kembar, apalagi yang bukan diperankan oleh orang kembar, melainkan oleh satu orang, tentu kerepotannya juga double.

Banyak siasat dikerahkan sutradara Monty Tiwa, antara lain menggunakan teknologi motion track dan computer-generated imagery (CGI) dengan sudut pengambilan yang hati-hati. Selain itu, Monty menggunakan body-double Ribut Mardiyanto, pelawak Srimulat yang bertubuh gempal mirip Ateng.

Lagi Lagi Ateng dan Tribute untuk Para LegendaFoto: (dok.Lagi-Lagi Ateng)



Ribut jadi lawan akting Augie ketika Ateng dan Agung ada dalam satu adegan. Ribut juga yang melatih Augie dan Soleh untuk menjadi Ateng dan Iskak karena dia kenal Ateng dan Iskak dan tahu benar gestur duo legendaris tersebut.

Jika penonton cermat, Lagi Lagi Ateng juga merupakan penghargaan untuk dua legenda lain yang kerap muncul di film-film Ateng, yakni Wolly Sutinah (Mak Wok) dan Eddy Sud. Wolly Sutinah diwakili karakter Mbok Sutinah yang diperankan Rohana, dan karakter Eddy Sud dimunculkan sebentar sebagai pengemudi taksi online.

Soleh Solihun tidak berupaya menduplikasi suara Iskak yang cempreng. Soleh, yang orang Sunda itu bahkan dengan menggelikan gagal nembang Jawa. Tapi "kegagalan" itu justru membuat Iskak menjadi karakter yang menggemaskan, didukung pula dengan pembawaan dan caranya berpakaian yang norak bukan kepalang. Semua bakal jatuh cinta padanya.



(ken/ken)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed