detikHot

premiere

'Bad Times At El Royale': Kesialan yang Menyenangkan

Selasa, 30 Okt 2018 07:29 WIB Candra Aditya - detikHot
Foto: (imdb.) Foto: (imdb.)
Jakarta - Sebuah kamar hotel murah dibuka. Kemudian kita melihat lelaki misterius masuk ke dalam kamar. Pria tersebut kemudian melakukan sesuatu yang semakin misterius di dalam kamar tersebut. Kemudian dia menunggu lama. Kemudian dia keluar kamar, berdiri di tengah hujan. Kemudian sesuatu yang buruk terjadi. Lalu kemudian akhirnya filmnya mulai menunjukkan soal apa ini sebenarnya.

Dengan judul yang unik, 'Bad Times At El Royale', tidak mengherankan jika Anda mengharapkan sesuatu yang edgy. Sesuatu yang tidak biasa. Sesuatu yang Anda harapkan dari film-film Tarantino atau noir thriller tahun 60-70-an. Drew Goddard, penulis skenario dan sutradara film ini, tahu benar dia mau membuat film apa. Dia tahu siapa pemain-pemainnya. Seperti bandar judi yang handal, dia tahu setiap kartu yang dipegang oleh lawan-lawannya. Dan menyaksikan Drew Goddard memainkan triknya kepada penonton adalah salah satu hiburan yang menyenangkan.

Sesungguhnya,'Bad Times At El Royale' sungguh menyenangkan jika Anda menontonnya tanpa tahu menahu isi filmnya soal apa. Kejutan dan informasi-informasi baru yang terurai di filmnya sebenarnya adalah salah satu alasan kenapa film ini sungguh legit. Tapi sebagai bayangan, berikut ini sinopsisnya:

'Bad Times At El Royale': Kesialan yang MenyenangkanFoto: (imdb.)


Ada sebuah hotel yang berdiri di perbatasan antara Nevada dan California. Lengkap dengan garis panjang berwarna merah. Bahkan tarif hotel tersebut berbeda. Bagian California lebih mahal satu dollar. Hotel ini, Anda bisa melihat bahwa sepertinya dulu ia mempunyai pesona. Sekarang ia terlantar dan mulai dimakan usia. Satu-satunya pegawai yang ada disana adalah Miles Miller (Lewis Pullman), seorang lelaki muda yang terlihat terlalu gugup di setiap keadaan.

Muncullah empat orang asing yang menginap di El Royale. Yang pertama adalah seorang perempuan African-American bernama Darlene Sweet (Cynthia Erivo) yang sepertinya punya masalah dengan finansial. Ia masuk hotel dengan membawa matras. Misterius? Tunggu dulu. Ada juga seorang pastor bernama Daniel Flynn (Jeff Bridges) yang sepertinya punya demensia. Untuk ukuran orang sepuh, dia terlihat terlalu punya agenda lain.

Kemudian ada lelaki bernama Laramie Seymour Sullivan (Jon Hamm), seorang sales vacuum cleaner yang agak sedikit rasis dan juga terlalu banyak bicara. Dan yang terakhir adalah seorang wanita cantik, dengan gaya setengah hippie bernama Emily Summerspring (Dakota Johnson) yang sama sekali tidak ber-ramah-tamah dengan ketiga penghuni hotel tersebut.

'Bad Times At El Royale': Kesialan yang MenyenangkanFoto: (imdb.)


Tentu saja mereka berempat akhirnya saling berinteraksi. Dan tidak butuh waktu yang lama bagi mereka untuk saling tahu motivasi masing-masing mengapa mereka memutuskan menginap di El Royale.

Jika Anda menonton 'The Cabin In The Woods', Anda pasti tahu bahwa Drew Goddard bukanlah pembuat film biasa. Anda akan langsung tahu bahwa Drew Goddard adalah pembuat film yang mengenal film dengan erat. Anda mungkin bisa menyebutnya sebagai film geeks. Dalam 'The Cabin In The Woods', Drew Goddard merangkum semua klise dalam sebuah film horor sebelum dia menertawakannya (sekaligus merayakannya) dan mengakhirinya dengan sebuah ledakan penuh confetti. 'The Cabin In The Woods' tidak hanya berakhir sebagai sebuah film yang sangat menyenangkan tapi juga merupakan sebuah celebration of horror film yang jarang kita saksikan dan patut kita puja-puja.

'Bad Times At El Royale' mempunyai benang merah yang sama dengan The Cabin In The Woods. Perbedaannya adalah dalam film ini perjalanannya tidak semulus dengan film Drew Goddard yang pertama. Durasinya kepanjangan (141 menit) dan kualitas twist yang ada tidak seimbang. Ada yang benar-benar fresh tapi ada beberapa yang bisa ditebak.

Drew Goddard terlalu berlama-lama untuk memainkan emosi penonton. Ia sengaja membuat karakter-karakternya bergerak di luar comfort zone mereka sebelum akhirnya Goddard menunjukkan borok mereka sesungguhnya. Agak bertele-tele tapi setidaknya Goddard tahu tujuannya apa. Bad Times At Royale terasa begitu lancar berbicara ketika kita sudah mengenal semua pemainnya dan Goddard mulai meluncurkan satu demi satu rahasia yang ada disana.

'Bad Times At El Royale': Kesialan yang MenyenangkanFoto: (imdb.)



Hampir semuanya bermain dengan lumayan apik. Jeff Bridges, Cynthia Erivo, Jon Hamm, Dakota Johnson dan Lewis Pullman berhasil untuk menipu penonton dengan kelakukan mereka yang terlalu ditutup-tutupi. Chris Hemsworth yang kedapatan menjadi antagonis juga tetap asyik dengan gayanya yang selalu keren. Tapi ternyata justru pendatang baru Cynthia Erivo yang menjadi kunci dari film ini. Dia adalah jiwa yang membuat 'Bad Times At El Royale' tetap terasa hidup. Kapanpun Erivo membagikan bakatnya bernyanyi di depan kamera, seketika adegan terasa 2 kali lipat lebih hidup.

Dialog-dialog yang ada di 'Bad Times At El Royale' terdengar sangat lucu meskipun tidak ada niatan untuk bercanda. Dan semakin lama film berjalan, semakin lama kita berharap bahwa orang-orang ini akan menemukan jalan keluar dari masalah-masalah mereka. Satu-satunya musuh 'Bad Times At El Royale' adalah kesabaran penonton. Jika Anda siap duduk manis untuk melihat Drew Goddard bermain sulap di depan Anda, maka 141 menit yang Anda lalui adalah 141 menit penuh momen-momen menyegarkan.



(doc/doc)


Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed