DetikHot

premiere

'Slender Man': Film Horor yang Miskin Kengerian

Rabu, 15 Ags 2018 15:12 WIB  ·   Candra Aditya - detikHOT
Slender Man: Film Horor yang Miskin Kengerian Foto: Slender Man (ist)
Jakarta -

'Slender Man', konon adalah sebuah monster (hantu? Makhluk halus? Yang jelas bukan manusia) yang sempat menjadi urban legend di Amerika sana. Banyak orang-orang merekam sosok tinggi kurus hitam dan kemudian menguploadnya ke internet.

'Slender Man' kemudian ditonton berulang-ulang, dibahas berkali-kali, disebarluaskan yang akhirnya menjadikan sosok tersebut menjadi melegenda. Seperti halnya monster Loch Ness, 'Slender Man' menjadi sebuah mitos yang banyak orang berusaha untuk percayai.

Masuklah Hollywood. Ia dengan segala keserakahannya mengadaptasi Slender Man menjadi salah satu hiburan musim panas ini. Jangan salah, kadang kala keserakahan Hollywood bisa menjadi berkah. Kita jadi bisa menjadi saksi film baru Marvel setiap tahunnya. Hampir selalu ada film Tom Cruise yang maha keren setiap dua tahun sekali.

'Slender Man': Film Horor yang Miskin KengerianFoto: imdb.


Hampir setiap tahun, Hollywood akan mencoba merilis franchise baru yang diharapkan akan menjadi aset. Itulah sebabnya James Wan menjadi kesayangan Hollywood. Hanya dengan satu Conjuring, dia bisa melahirkan seri 'Annabelle' dan yang akan tayang sebentar lagi, 'The Nun'.

Sayangnya 'Slender Man' bukanlah berkah. Film ini adalah contoh bagaimana sebuah mitos ketika diproduksi dengan effort setengah-setengah dan skrip yang malas akan menjadi sebuah film horor yang membosankan. Disutradarai oleh Sylvain White dan ditulis oleh David Birke, Slender Man adalah sebuah film horor yang bentuknya sudah pernah Anda saksikan di banyak film horor-horor sebelumnya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu.

Originalitas adalah harga yang sangat mahal. Hanya saja, baik White dan Birke terlihat tidak memiliki semangat untuk mencoba menjadikan Slender Man lebih dari sekedar karya yang medioker.

Jadi seberapa medioker 'Slender Man'? Film ini bahkan tidak memberikan nama atas lokasi yang ia tempati. 'Slender Man' mengambil lokasi di sebuah kota kecil tak bernama yang begitu basic dan familiar. Kota kecil ini sesuai dengan karakteristik film horor: sunyi, gelap, nampak lembab dan mempunyai hutan gelap dengan pohon-pohon tinggi menyeramkan. Yang menjadi pemeran utamanya adalah empat orang sahabat yang ketika berkumpul ngayal babu berharap mereka bisa tinggal di Paris daripada di kota anonim tempat mereka berada.

'Slender Man': Film Horor yang Miskin KengerianFoto: imdb.


Empat gadis muda itu adalah Hallie (Julia Goldani Telles), Wren (Joey King), Chloe (Jaz Sinclair) dan Katie (Annalise Basso). Satu-satunya yang terasa seperti orang beneran adalah Katie. Meskipun karakteristiknya agak-agak membosankan (ayahnya adalah seorang alkoholik), tapi setidaknya ia tidak berdiri tegak hanya sebagai seorang anak SMA yang masalah hidupnya cuman apakah gebetan sudah kabaran apa belum.

Tentu saja karena mereka bosan ngayal babu, mereka memutuskan untuk menonton video tentang 'Slender Man'. Dan tak lama kemudian mereka satu per satu mulai diganggu oleh mimpi yang aneh-aneh. Tak lama kemudian Katie menghilang. Ketiga teman Katie tentu saja panik dan berusaha keras mencari tahu dimana Katie dan kenapa dia menghilang. Atau mungkin lebih tepatnya adalah bagaimana dia bisa hilang ditelan bumi.

Satu per satu dari mereka mulai diganggu makhluk halus dan mimpi-mimpi buruk. Lengkap dengan kehadiran makhluk kurus tinggi kerempeng yang tidak mempunyai wajah bernama Slender Man. Musik berdentang keras, berusaha mengejutkan Anda saat film ini melakukannya. Kemudian karakter-karakter malang tersebut akan berteriak dan mereka akan menangis bahwa semuanya ini akan berakhir.

Ternyata bukan mereka saja yang berharap ini semua akan berakhir. Film ini akan membuat pecinta film horor mana pun berharap hal yang sama.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.


(doc/doc)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed