'American Assassin': Aksi Balas Dendam Seorang Agen Muda

Candra Aditya - detikHot
Jumat, 15 Sep 2017 08:45 WIB
Foto: American Assassin (imdb)
Jakarta -

Mitch Rapp (Dylan O'Brien) adalah orang yang bahagia. Lamarannya baru saja diterima oleh sang kekasih.

Dengan pantai yang indah, langit yang biru dan masa depan yang terjamin, sepertinya tidak ada lagi yang akan menghalangi kisah cinta mereka berdua.

Kemudian beberapa orang bersenjata datang dan membantai pengunjung pantai. Termasuk kekasih si Mitch.

'American Assassin': Aksi Balas Dendam Seorang Agen MudaFoto: American Assassin (imdb)



Dia pun hanya bisa diam menyaksikan pembunuhan demi pembunuhan terjadi, termasuk matinya sang kekasih di pantai.

Lompat ke beberapa bulan kemudian, kita menyaksikan sosok Mitch yang berbeda.Matanya sekarang penuh dengan api.

Kobaran tersebut menyuarakan balas dendam. Dia menjadi agresif ketika latihan martial arts.

Dia mengganggu tetangganya karena dia tak berhenti meninju samsak sampai malam hari. Dia menyalakan laptop kemudian berbicara dengan orang-orang misterius menggunakan bahasa arab.

Kemudian kita melihat Mitch pergi ke Libya. Kita melihat dia bersungguh-sungguh untuk bergabung dengan kawanan teroris. Lalu kita melihat bahwa ini semua adalah rencana Mitch untuk membalas dendam nyawa kekasihnya.

Sampai akhirnya CIA datang dan menggagalkan semua rencananya. Kini CIA menyuruhnya untuk bekerja sama agar dia bisa dilatih menjadi pembunuh.

Bosnya adalah Hurley (Michael Keaton) yang tidak mempunyai sedikit pun kesabaran. Dan ini semua ternyata hanyalah awal dari serangkaian petualangan yang akan dijalani oleh Mitch Rapp.

'American Assassin': Aksi Balas Dendam Seorang Agen MudaMichael Keaton. Foto: American Assassin (imdb)



'American Asssassin' adalah sebuah spy thriller yang diadaptasi dari novel seri karya Vince Flynn. Dibutuhkan empat penulis skenario untuk mengadaptasi novel tersebut ke dalam layar lebar -— Stephen Schiff, Michael Finch, Edward Zwick, Marshall Herskovitz.

Meskipun begitu, hasil akhirnya ternyata tidak menjadi sebuah tontonan yang baik. 'American Assassin' dipenuhi dengan berbagai banyak klise yang sudah pernah kita lihat di film-film serupa, lengkap dengan dialog-dialog yang menggelikan.

Untuk film yang menjual karakter utamanya sebagai daya tarik cerita -— seperti James Bond, Jason Bourne atau bahkan Ethan Hunt —- Mitch Rapp bukan pahlawan yang cukup menarik untuk diikuti. Mitch Rapp digambarkan begitu outstanding dalam bekerja.

Emosinya dijalankan oleh rasa balas dendam dan kelakuannya yang tidak kooperatif membuat bos dan teman-temannya kurang begitu menyukainya. Hal-hal tersebut bukan hal yang spesial.

'American Assassin': Aksi Balas Dendam Seorang Agen MudaFoto: American Assassin (imdb)



Seorang rebel dalam sebuah film spy bukanlah hal yang baru. Karakterisasi yang setengah-setengah ini lah yang membuat 'American Assassin' kurang gahar.

Film ini bisa saja diselamatkan dengan sekuens-sekuens yang menarik, plot yang lebih koheren atau konspirasi yang lebih menggigit. Namun sayangnya, hal tersebut juga absen dalam film ini.

Twist demi twist memang bermunculan. Tapi keberadaannya terlalu jinak untuk menyelamatkan film ini.

Michael Cuesta, sebagai sutradara, kurang berhasil mempersembahkan ketegangan yang harusnya menjadi bumbu utama film semacam ini. Cuesta yang pernah mendapatkan nominasi Emmy atas penyutradaraannya untuk pilot episode serial thriller politik Homeland, seperti kekurangan energi.

Adegan-adegan laganya membosankan dan suspense-nya menguap entah kemana. Berbeda dengan filmnya sebelumnya, 'Kill The Messenger', yang jauh lebih mengesankan, 'American Assassin' ini tampak begitu loyo.

Sebagai lulusan 'Maze Runner', Dylan O'Brien memang berusaha keras untuk menjadikan Mitch Rapp sebagai hero terbaru. Namun sayang sekali usahanya gagal meskipun kita bisa melihat perubahan fisiknya yang cukup mengesankan.

Taylor Kitsch sebagai tokoh antagonis malah jauh lebih membosankan. Apapun yang dia lakukan seperti sedang dilakukan oleh orang yang setengah tertidur.
Satu-satunya orang yang sepertinya berada di sebuah dunia lain adalah Michael Keaton.

'American Assassin': Aksi Balas Dendam Seorang Agen MudaFoto: American Assassin (imdb)



Dia adalah satu-satunya aktor yang sanggup mengucapkan dialog-dialog menggelikan sepanjang film dengan intensitas yang terjaga.

Dengan kekerasan yang sengaja dibuat dengan begitu vulgar -— ada adegan dimana Anda akan melihat kuku dicabut -— 'American Assassin' memberikan kesan bahwa apa yang Anda lihat adalah realita. Bahwa bahaya akan segera datang.

Kita pernah merasakan ketegangan yang tak terkira saat menonton sebuah film spy. Sayangnya hal tersebut tidak pernah kunjung tiba dalam 'American Assassin'.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International

(doc/doc)