DetikHot

premiere

'Despicable Me 3': Animasi Kesayangan Keluarga Kembali Lagi

Jumat, 14 Jul 2017 19:06 WIB  ·   Candra Aditya - detikHOT
Despicable Me 3: Animasi Kesayangan Keluarga Kembali Lagi Foto: Adegan di film Despicable Me 3 (imdb)
Jakarta - Dengan pendapatan lebih dari US$ 1,5 miliar dari dua film Despicable Me dan US$ 1 Miliar lebih untuk spin-off-nya yang berjudul Minions, animasi ini terbukti menjadi salah satu animasi kecintaan para keluarga. Sekuel-sekuelnya dipastikan akan mengalami kejayaan yang sama.

Termasuk film terbarunya, Despicable Me 3 yang meramaikan pawai film-film musim panas tahun ini. Dalam film ini, Lucy (Kristen Wiig) dan Gru (Steve Carrell), disibukkan oleh penjahat bernama Balthazar Bratt (disuarakan oleh Trey Parker) yang dendam akan Hollywood.

Bratt adalah mantan bintang cilik terkenal di era 80-an dengan serial tv-nya yang hits. Akan tetapi, berkat perubahan fisiknya semenjak puber, serial tv-nya dihentikan dan Bratt pun merana. Hal inilah yang memicunya menjadi penjahat.

Meskipun Lucy dan Gru berhasil menghentikan pencurian berlian yang dilakukan oleh Bratt, Lucy dan Gru gagal untuk menangkap Bratt. Hal inilah yang membuat mereka dipecat dari agency.

Sementara Lucy galau karena dia merasa anak-anak mereka Margo (Miranda Cosgrove), Agnes (Nev Scharrel) dan Edith (Dana Gaier), belum menganggapnya sebagai ibu, Gru galau karena dia sebenarnya rindu akan perannya sebagai penjahat.

Ini juga yang dikemukakan oleh para Minions yang kangen akan kejayaan mereka sebagai penjahat. Di saat Minions kabur karena merasa Gru sudah basi, Gru kedatangan tamu yang menyatakan bahwa ayah mereka sudah meninggal.

Di sanalah Gru mendapatkan info bahwa dia memiliki saudara kembar bernama Dru (Steve Carrell). Dan dalam pertemuan itulah Gru mengungkap rahasia tentang keluarganya.

Secara plot, tidak ada yang mengejutkan dalam Despicable Me 3. Bagi Anda yang sudah menonton film-film Despicable Me sebelumnya pasti sudah familiar dengan kegilaan yang dialami oleh Gru dan kawan-kawan.

Ini dikarenakan duo penulis skripnya, Cinco Paul dan Ken Daurio sudah tahu bahwa serial ini sudah memiliki pakem yang tidak bisa diubah. Humor-humor slapstick bertebaran di mana-mana dan suntikan adegan drama yang cukupan soal keluarga sudah dapat dipastikan kehadirannya.

Eksplorasi terhadap hubungan keluarga Gru memang menarik meskipun penulis skripnya banyak kehilangan fokus. Mereka tahu bahwa Minions adalah sumber komedi yang kaya sehingga mereka memutuskan untuk membuat banyak adegan para Minions.

Salah satunya adalah adegan para Minions di penjara, yang tidak ada hubungannya dengan plot utama. Adegan-adegan tersebut memang menggemaskan namun hal tersebut mengurangi fokus cerita utama.

Meskipun ceritanya begitu tipis, sutradara Pierre Coffin dan Kyle Balda berhasil membuat Despicable Me 3 tetap berenergi dan fun. Animasi Illumation juga semakin matang untuk membuat petualangan Gru tampak mengesankan di layar lebar.

Warna-warnanya mencengangkan dan enak dipandang sementara gerakan para karakternya begitu luwes.

Despicable Me 3 adalah tontonan anak-anak dan keponakan-keponakan Anda yang menggemari Minions dan kangen dengan petualangan para Gru. Film ini memang tidak original dan di jilid ketiga para pembuatnya mulai kewalahan dengan materi yang perlu dieksplor.

Jika Anda mencari animasi yang original seperti Inside Out atau Kubo And The Two Strings, film ini bukan untuk Anda. Tapi jika Anda hanya ingin bersenang-senang bersama kegilaan para Minions, Despicable Me 3 adalah pilihan yang tepat.

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.
(ken/mah)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed