Memasuki jilid ke delapan, kisah petualangan Dom Toretto (Vin Diesel) dan kawan-kawan tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan kisah-kisah sebelumnya. Setelah menghancurkan separuh jalanan kota di Brazil lewat jilid kelima, kejar-kejaran di runway pesawat di jilid keenam dan meloncat dari gedung tertinggi di jilid sebelumnya, pembuat seri 'Fast and Furious' berfikir keras untuk me-refresh kisah Robin Hood bermesin Nos ini agar menjadi tetap menarik.
Solusinya ternyata sederhana: membuat Dom menjadi pembelot. Awalnya dimulai ketika Dom dan Letty (Michelle Rodriguez) sedang berada di Kuba. Kemudian suatu hari Dom tidak sengaja bertemu dengan perempuan misterius di jalan yang mengatakan bahwa Dom suatu hari akan bergabung dengannya.
Sementara itu, Luke Hobbs (Dawyne Johnson) mendapatkan tugas dari Frank (Kurt Russell) untuk mendapatkan sebuah alat penting di Berlin. Hobbs pun merekrut Dom dan Letty bersama tim mereka; Roman (Tyrese Gibson), Tej (Chris Bridges) dan Ramsey (Nathalie Emmanuel).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: imdb |
Tidak akan yang menyangka memang bahwa 'The Fast and the Furious', sebuah film balapan kecil yang dirilis hampir lima belas tahun lalu menjadi salah satu franchise besar yang bisa berhadapan dengan penyihir kelas Harry Potter atau semua pahlawan di seri Star Wars. Setelah me-reboot kisah pebalap ini menjadi "pahlawan tanpa tanda jasa", lengkap dengan adegan-adegan yang sensasional, serial ini langsung menjadi salah satu serial yang selalu ditunggu-tunggu oleh penontonnya.
Puncaknya adalah di 'Furious 7', film terakhir Paul Walker, yang berhasil meraih dollar sampai dengan 1,5 milliar dari penjualannya di seluruh dunia yang menasbihkan serial ini menjadi film yang sangat menguntungkan. Universal tidak ada pilihan lain selain memberikan lampu hijau untuk terus menguras serial ini sampai nanti ketika penonton sudah bosan.
Kecuali bahwa karakter Dom yang dibuat membelot, 'Fast and Furious 8' tidak menawarkan hal yang baru. Semua yang diinginkan penggemarnya dari serial ini bisa Anda saksikan dengan jelas. Adegan-adegan balapan yang sensasional? Ada. Adegan aksi yang melawan hukum fisika? Tersedia. Barisan cewek-cewek seksi dengan musik hip-hop? Check. Klimaks yang menggaris bawahi fakta bahwa semua karakter protagonisnya adalah keluarga? Pasti.
Jika Anda meminta sebuah kejutan, Anda menonton film yang salah. Film ini sudah menjadi sebuah brand yang begitu dikenal sehingga merombaknya menjadi tontonan yang baru terasa sudah terlambat. Ini menjadi bumerang untuk film ini sendiri.
Chris Morgan, sebagai penulis skripnya, sepertinya juga sudah kehabisan ramuan untuk membuatnya menjadi seru. Semuanya menjadi terlalu familiar. Roman dan Tej akan hadir sebagai tempat untuk tertawa.
Hobbs dan Deckard bisa dipastikan menjadi tempat untuk adegan-adegan yang membutuhkan otot. Dan Dom akan selalu menjadi Dom sampai akhir hayat. Dialog-dialog Chris Morgan yang terlalu cetekβkalau mau menghindari kata "idiotic"βjuga tidak membantu film ini menjadi naik kelas.
Adegan aksinya pun juga terasa kurang ngegas jika dibandingkan film sebelumnya. F. Gary Gray yang melejit lagi lewat Straight Outta Compton, kurang memiliki energi yang liar untuk membuat film ini menjadi seru.
Dibandingkan dengan hasil James Wan di film sebelumnya, adegan-adegan aksi dalam seri ini kalah jauh meskipun film ini sudah melibatkan kapal selam.
'Fast and Furious 8' adalah apapun yang Anda harapkan dari serial Fast and Furious. Penuh dengan eye-candy dan plot yang seadanya. Kalau Anda penggemar beratnya, Anda pasti tidak bisa melewatkannya begitu saja. Namun jika Anda butuh sesuatu yang berbobot dan bermakna, sepertinya film ini bukan untuk Anda.
Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.












































Foto: imdb