'Hitch' Mak Comblang Modern ala Amerika
Kamis, 03 Mar 2005 19:24 WIB
Jakarta - "Hitch" berkisah tentang Alex Hitchens (Will Smith) seorang konsultan profesional. Tapi jangan samakan Hitchens dengan konsultan-konsultan lainnya dalam bidang bisnis. Alex yang lebih ngetop dipanggil "Hitch" bekerja sebagai konsultan cinta. Tapi lagi-lagi jangan samakan "Hitch" dengan konsultan cinta biasa yang hanya menerima cuhat dari sang klien. Konsultan Cinta versi Hitch diatur secara profesional dan hasilnya telah terbukti manjur. Pendeknya, kerja Hitch adalah berusaha memuluskan jalan pria-pria pada wanita targetnya. Dengan berbagai tips cinta profesional ala Hitch, para pria-pria itu sukses memperoleh cinta sang target. Inti cerita bermulai sejak kedatangan klien terakhir Hitch yaitu Albert (Kevin James). Kevin tipe pria pemalu dengan berat badan lebih, tidak supel dalam bergaul, dan bekerja sebagai akuntan. Nah dengan segala kondisi tersebut, Kevin tetap percaya diri bahwa dirinya cocok dengan Allegra Cole (Amber Valetta), seorang selebriti sekaligus kaum socialite yang terpandang dan sangat cantik plus sempurna. Awalnya Hitch merasa tak sanggup melaksanakan tugas berat itu, tapi dengan berbagai pertimbangan ia pun menerimanya. selain tentang kisah cinta Allegra-Albert, "Hitch" juga mengisahkan kedekatan sang dokter cinta dengan seorang kolumnis gosip bernama Sara (Eva Mendes). Alur dan inti cerita "Hitch" tak banyak berbeda dengan drama-drama komedi lainnya. Di setengah jam awal film berlangsung para pecinta film komedi romantis pastinya bisa menebak dengan jitu ending ceritanya. Sutradara Andy Tennant yang menggarap film ini memang bukan nama asing dalam film-film cinta. Sebelumnya ia pernah membuktikan kepiawaiannya lewat "Fool Rush in", "Sweet Home Alabama", dan "Ever After". Sukses "Hitch" di tangga box office menurut para pengamat tak lepas dari kiprah para bintangnya. Will Smith walau kerap berperan di film-film action, cukup piawai bertransformasi menjadi pria romantis yang jago memikat wanita. Melihat Will Smith dalam film ini, sedikit mengembalikan ingatan kita dalam debutnya di dunia hiburan yaitu serial "Fresh Prince of Bel-Air". Serial TV yang diproduksi tahun 1990 sukses mendapat sambutan hangat dan mampu melambungkan nama Smith. Sang pemeran utama wanita, Eva Mendes lumayan cocok mendampingi Smith. Namun sayang, seperti di film-film sebelumnya (2 Fast 2 Furious dan stuck on You) Mendes berkesan lebih menojolkan sex appealnya ketimbang akting yang prima. Kabar yang beredar juga mengatakan Mendes dipilih untuk menjangkau lebih banyak penonton. Will Smith yang notabene berkulit hitam menurut produser film ini dirasa tak cocok untuk dipasangkan dengan aktris yang juga berkulit hitam. Pihak produksi khawatir, penonton berkulit putih menjadi tak tertarik untuk menonton film ini. Lewat berbagai pilihan pemeran akhirnya ditunjuklah Mendes, seorang wanita latin yang dianggap lebih netral. Selain mengangkat nama Smith kembali di genre komedi, film "Hitch" ini juga membawa berkah baru bagi pria kelahiran tahun 1968 itu. Untuk promosi film yang digawangi Columbia Pictures ini, suami Jada Pinkett itu dituntut untuk menghadiri tiga pemutaran film di tiga kota yang berbeda dalam sehari. Ketiga kota itu adalah, Manchester, Brimingham, dan London yang semuanya berada di Inggris.Secara keseluruhan film yang durasinya cukup lama itu cukup menghibur untuk ditonton. Tak usah banyak menilai, tak usah juga menyambungkannya dengan logika, namanya juga film, namanya juga kisah cinta, nikmatin aja dengan senyum! (fta/)











































