Sutradara Joshua Michael Stern membuka filmnya dengan produk inovasi Jobs yang mengubah industri, dan menjadikan Apple sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia. Penonton kemudian dibawa ke 1974 saat Steve Jobs berada di Reed College.
Steve bukan mahasiswa pada umumnya. Dia tidak mengikuti kelas-kelas, berpakaian rapi, ataupun berpesta dengan gila. Ia lebih suka menenteng buku ke lingkungan kampus tanpa alas kaki, dan tertidur di salah satu sudut kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Steve Jobs juga digambarkan melewati fase kehidupan masa mudanya dengan mempelajari kaligrafi, perjalanan spiritual ke India, hingga melayang dengan mengkonsumsi LSD.
Film kemudian bergulir pada 1976 ketika Steve Jobs tinggal bersama orangtua angkatnya di California, dan bekerja pada perusahaan Atari yang fokus pada pembuatan game. Ia kemudian mengerjakan proyek bersama teman masa kecilnya Steve Wozniak (Josh Gad) berupa personal computer dengan nama The Apple 1.
Dari situ, perjalanan Steve Jobs dalam mengubah industri penggunaan komputer dimulai.
'Jobs' tak hanya memperlihatkan sosok Steve Jobs yang dipuja-puja sebagai inovator. Kepeduliannya pada detail dan ambisinya dalam setiap proyek yang dikerjakan mengikis sisi humanis dalam dirinya.
Steve Jobs tak peduli dengan kekasihnya yang hamil. Bukan hanya tak mengakui janin yang dikandung sang pacar, ia juga mengusir wanita malang itu dari rumah.
Jobs tak peduli apabila ia selalu parkir di tempat yang disediakan untuk penyandang cacat. Ia juga tidak memiliki empati sedikit pun saat memutuskan bahwa teman-temannya yang terlibat dalam proyek Apple 2 tidak layak mendapat jatah saham di perusahaan.
"Dia itu brengsek," ucap beberapa orang di lingkungan Steve Jobs. Ya, dan dia memang digambarkan dengan perilaku seperti itu. Bagaimana ambisi dan ego tak hanya bisa mengubah pribadi seseorang, tetapi juga menjadi musuh terbesarnya sendiri.
Ashton Kutcher menunjukkan penampilan bagus yang membuat penonton membenci sosok Steve Jobs secara pribadi, sekaligus kagum dengan kemauan besarnya dalam merevolusi industri.
Meskipun telah diet buah hingga dilarikan ke rumah sakit, Ashton masih terlihat terlalu bugar dan keren bagi karakter yang digambarkan Wozniak, merujuk pada golongan geek. Namun, cara jalannya yang agak "jinjit" bolehlah menarik sedikit perhatian.
(ich/mmu)











































