Tahun ini Percy Jackson kembali lagi dengan sekuelnya yang pertama, 'Percy Jackson: Sea of Monsters', dan berharap akan sanggup melebihi kekuatan bocah sihir dengan luka petir di dahinya tersebut. Melanjutkan film pertamanya, Percy Jackson (Logan Lerman) masih berada di kamp khusus anak-anak Demi-God (setengah manusia, setengah dewa) bersama sahabat-sahabatnya.
Masalahnya masih sama: dia belum tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan ayahnya, Poseidon. Masalah ini belum kunjung terselesaikan, muncul masalah baru. Seorang Cyclops bernama Tyson (Douglas Smith) mengaku sebagai anak Poseidon juga. Seakan itu belum cukup, benteng pertahanan Camp Demi-God dihancurkan dan sekarang mereka harus mencari Golden Fleece untuk mengembalikan lagi benteng pertahanan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, 'Percy Jackson: Sea of Monsters' merupakan sebuah lompatan yang lumayan jika dibandingkan film pertamanya, 'Percy Jackson and the Lightning Thief'. Thor Fruedenthal tidak bertele-tele untuk mengajak penonton langsung berpetualang. Walaupun, Fruedenthal tampak berusaha keras untuk membuat penonton terbuai dengan visual efeknya yang sayangnya kalah jauh jika dibandingkan dengan serial Harry Potter. Adegan taksi dalam film ini juga sangat mirip dengan adegan Knight Bus dalam film ketiga Harry Potter. Lengkap dengan adegan kendaraan terbelah menjadi dua.
Meskipun begitu, 'Percy Jackson: Sea of Monsters' tidak menawarkan sesuatu yang baru. Bahkan adegan paling menegangkannya sekalipun tidak bisa membuat penonton untuk menahan napas. Tidak ada monster laut yang menakutkan, seperti tersirat dari judulnya yang provokatif. Ending filmnya pun gampang ditebak dengan jembatan yang jelas menuju film selanjutnya.
Logan Lerman, Brandon T. Jackson, Alexandra Daddario, Jake Abel tampil lebih nyaman dibandingkan film pertamanya. Pendatang baru Leven Rambin jauh lebih mencuri perhatian dengan lidahnya yang pedas. Stanley Tucci tampil tidak segarang biasanya, terutama jika dibandingkan dengan penampilan liarnya dalam 'Hunger Games'. Nathan Fillion di sisi lain adalah hiburan tersendiri walaupun screen time-nya hanya sedikit.
Dibandingkan dengan serial baru yang menjanjikan seperti 'Hunger Games', Percy Jackson bahkan tidak bisa mengalahkan kekuatan Katniss Everdeen. Apalagi mau melawan bocah kesayangan semua orang yang mempunyai bekas luka petir di kepalanya. Tapi, sebagai hiburan untuk menghilangkan suntuk, film ini sangat direkomendasikan.
Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.
(mmu/mmu)











































