'The Man with the Iron Fists': Menjual Kekerasan ala Tarantino

'The Man with the Iron Fists': Menjual Kekerasan ala Tarantino

Candra Aditya - detikHot
Rabu, 26 Des 2012 17:04 WIB
The Man with the Iron Fists: Menjual Kekerasan ala Tarantino
Jakarta -

Dengan label "Quentin Tarantino presents", 'The Man with the Iron Fists' memang beraroma keras sebagai film khusus dewasa. Seperti dua film torture-porn garapan Eli Roth yang juga diproduksi Tarantino, 'Hostel' series. Walaupun sama-sama bergelimangan organ manusia dan darah, film ini merupakan sensasi tontonan yang sungguh jauh berbeda dengan seri 'Hostel'.

China di abad ke-19. Sebuah desa bernama Jungle Village akan diramaikan dengan pertarungan paling spektakuler. Sebuah kelompok bernama Silver Lion dengan pimpinannya (Byron Mann) berkhianat dan berusaha untuk membawa emas berlimpah. Zen Yi (Rick Yune) harus membalaskan dendam ayahnya yang bernasib tragis di tangan Silver Lion dan pergi ke Jungle Village dan bertarung dengan Silver Lion.

Zen Yi terkapar. Menderita dan siap menerima ajal sampai akhirnya seorang blacsmith misterius (RZA) menolongnya. Di sisi lain, seorang lelaki asal Inggris, Jack Knife (Russell Crowe) datang mengunjungi rumah bordil milik Madam Blossom (Lucy Liu) dengan misi yang juga tidak jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

RZA menerima nasib yang buruk begitu Silver Lion mengetahui bahwa dia menyembunyikan Zen Yi. RZA akhirnya dibantu oleh Jack Knife untuk memulihkan dirinya dan bersiaplah menyaksikan martial arts paling warna-warni tahun ini.

Seperti kesurupan Woody Allen, RZA memborong semua pekerjaan penting dalam film ini. RZA tidak hanya bermain dalam film ini tetapi juga menulis naskah (bersama Eli Roth), menyutradarai dan mengisi soundtrack-nya. Bahkan Woody Allen tidak bisa melakukan itu. Tapi, apakah hasilnya sebagus film-film Woody Allen?

Tentu saja tidak. Skrip yang ditulis RZA dan Eli Roth mengalami masalah yang serius dengan narasinya. Karakter yang terlalu dangkal, misi yang terlalu absurd dan penyelesaian yang terlalu gampang ditebak. Bahkan twist-nya pun terkesan terlalu mengada-ada.

Namun, RZA menyutradarainya dengan lumayan apik, walaupun terkesan over-the-top. Seluruh adegan pertarungannya megah dan sangat violent. Potongan tubuh di mana-mana, cipratan darah dan teknik membunuh yang kreatif benar-benar menjadi sajian utama di film ini. Terutama di bagian akhir film di mana semua tokoh saling berhadapan dengan musuh masing-masing.

Editing terasa janggal dan dipaksakan untuk terlihat hips dengan berbagai split screen. Dalam konteks yang tepat, teknik seperti itu bisa berhasil ('Scott Pilgrim vs The World' misalnya). Namun sayangnya, split screen itu cenderung menjadi penghias ketimbang penambah rasa filmnya. Hal ini juga berlaku dengan soundtrack yang terdengar terlalu meraung-raung. Walaupun deretan nama seperti The Black Keys, My Chemical Romance, Kanye West, Wiz Khalifa dan lain sebagainya cukup memikat.

Sebagai seorang tokoh utama RZA tampil kurang menggigit. Russel Crowe justru magnet film ini. Kapan lagi Anda bisa melihat pemenang Oscar tampil sebagai pendekar dengan senjatanya yang aneh dan aktivitas seksualnya yang menggelikan?

Rick Yune tampil cukupan sebagai sang pahlawan. Jamie Chung kurang terekspos karakternya namun cukup memberikan kesan rapuh. Lucy Liu disisi lain tampil superelegan dan super liar. Tapi dari semua villain yang ada dalam film ini, Byron Mann-lah yang paling sangar. Senyum licik dan kemampuannya bertarung menyempurnakan karakter pemimpin Silver Lion yang gila dan sadis.

'The Man with the Iron Fists' adalah sebuah percobaan homage terhadap film-film martial arts China yang terkenal di era 80 dan 90-an. Dan usaha RZA untuk membuatnya terlihat hips patut diacungi jempol. Kurang berhasil memang, namun masih tetap memberikan kesan. Jika Anda suka dengan film-film kelas B yang nyeleneh dan unik, film ini adalah pilihan Anda.

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads