'Drive': Lock, Load and Rock N Roll

'Drive': Lock, Load and Rock N Roll

- detikHot
Senin, 12 Des 2011 11:04 WIB
Drive: Lock, Load and Rock N Roll
Jakarta - Pasang sabuk pengaman Anda untuk 'Drive'. Anda butuh itu untuk menghadapi kedahsyatannya.

Dalam debutnya di Hollywood ini, sutradara Nicolas Winding Refn mengajak kita menelusuri kehidupan pria tak bernama, Sang Pengemudi (Ryan Gosling). Wajahnya kalem, ngomong seperlunya, gemar menggigiti tusuk gigi dan memakai jaket dengan gambar kalajengking di belakangnya. Di siang hari Sang Pengemudi bekerja di sebuah bengkel atau menjadi stuntman untuk film-film Hollywood.

Di malam hari dia membantu pelaku kriminal yang membutuhkan jasanya, walaupun dia sendiri bukanlah penjahat. Dia tidak membawa senjata seperti pistol atau semacamnya. Para kriminal itu membutuhkannya karena dia sangat jago dalam hal, ya, mengemudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehidupan Sang Pengemudi berubah total saat dia bertemu dengan tetangganya, Irene (Carey Mulligan). Kisah romansa ini tidak akan berjalan dengan mulus seperti yang kita semua kira. Irene ternyata memiliki suami yang sebentar lagi akan keluar dari penjara. Dia adalah Standard (Oscar Isaac) yang cukup defensif demi menjaga daerah teritorialnya.

Masalah mulai menjadi agak rumit ketika Sang Pengemudi menemukan Standard terkulai di lantai dengan muka babak belur. Selama berada di dalam sel tahanan Standard berutang kepada orang yang salah dan kini dia harus mempertanggungjawabkan utangnya dengan segera. Atau, hal buruk akan terjadi menimpa keluarganya. Saat itulah Sang Pengemudi memutuskan untuk ikut campur.

Dari frame pertama Drive, kita sudah tahu film ini akan menjadi petualangan sinematik paling dahsyat tahun ini. Semua itu berkat tangan dingin Refn yang mengadaptasi skrip luar biasa dari Hossen Amini (yang diadaptasi dari buku James Sallis). Itu semua menjadikan film yang tadinya direncanakan sebagai blockbuster ala 'Fast and Furious' dengan Hugh Jackman sebagai bintangnya ini menjadi sebuah arthouse, yang kemudian mengantarkan sang sutradara meraih predikat terbaik di Cannes Film Festival tahun ini.

Bakat Refn terbukti ketika kita melihat bagaimana Ryan Gosling disulap menjadi tokoh yang mematikan. Gosling memang tampak harmless dan pendiam. Beri dia palu dan mobil, dia akan membuat semua orang termasuk Carey Mulligan menganga. Matanya penuh dengan berbagai hal yang tidak disampaikan lewat mulutnya, membuatnya tampak lebih mengagumkan.

Carey Mulligan adalah sosok yang sensasional. Kecantikannya sederhana dan itulah hal yang membuat kita mengerti kenapa Sang Pengemudi bisa tergila-gila kepadanya. Sementara Bryan Cranston dari serial 'Breaking Bad' memberikan bumbu humor dalam perannya sebagai mentor Sang Pengemudi. Christina Hendricks (salah satu pemeran utama dalam serial TV AMC, 'Mad Men') yang bahkan hanya tampil kurang dari sepuluh menit memberikan penampilan tidak terlupakan sebagai Blanche.

Namun api sesungguhnya terletak pada Albert Brooks. Ia dipasang sebagai bos kriminal dengan nada suara empuk. Tunggu sampai dia bermain dengan pisau atau mungkin garpu. Itulah saat Brooks siap untuk dipanggil para juri Oscar tahun depan.

Kehebatan 'Drive' tidak berhenti sampai akting para bintangnya tapi juga bagaimana film ini melaju kencang sebagai parade sejarah film, terutama di era 70 dan 80-an. Font judul filmnya yang berwarna pink, mengingatkan kita pada film 'Risky Business'. Perhatikan setengah jam awal film yang melibatkan hubungan mesra antara Gosling dan Mulligan yang mengingatkan kita pada film-film John Hughes. Dan, kekerasan dalam film ini agak sedikit mengingatkan kita pada Quentin Tarantino.

Semua hal itu tidak akan berhasil tanpa editing Matthew Newman yang mampu menerjemahkan kemauaun Refn untuk membuat 'Drive' terlihat seperti film jadul. Gubahan musik Cliff Martinez sangat magnetik. Lebih magnetik dari yang dia tunjukkan di 'Contagion' beberapa saat lalu. Dan, pergerakan kamera Newton Thomas Sigel berhasil merekam kota LA tidak hanya sebagai background yang mesmerizing tapi juga sebagai tempat yang paling sempurna sebagai rumah Sang Pengemudi.

Kalau Anda berharap 'Drive' akan menjadi film ringan seperti 'Fast and Furious', lupakan saja. 'Drive' adalah sebuah film ultra-genre. Tergantung dari sudut mana Anda melihatnya. Ini adalah sebuah mimpi indah yang Anda harap tidak akan berakhir. 'Drive' adalah sebuah granat yang akan meledak setiap saat dan jangan heran kalau saya berani mengatakannya keras-keras bahwa ini adalah film terbaik tahun ini.

(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads