'The Fighter': Pertarungan Mengarungi Ring Tinju Kehidupan

'The Fighter': Pertarungan Mengarungi Ring Tinju Kehidupan

- detikHot
Kamis, 10 Feb 2011 12:42 WIB
The Fighter: Pertarungan Mengarungi Ring Tinju Kehidupan
Jakarta - Jika Anda berharap menonton sebuah film yang berfokus pada karier tinju saja, siap-siap kecewa. 'The Fighter' lebih dari sekadar soal tinju. Film ini bicara banyak hal, mulai dari keluarga, cinta, kepercayaan, perjuangan, hingga soal kesetiaan. Karena itu judulnya 'Petarung', bukan 'Petinju', karena film ini bicara soal pertarungan mengarungi kehidupan.

Cerita berlatar 1980-an, terinspirasi dari kisah nyata abang-adik petinju asal kota kecil Lowell, Massachusetts. Film ini berkisah tentang "Irish" Micky Ward (Mark Wahlberg) yang sedang meniti karier sebagai petinju. Ia dilatih oleh abang tirinyanya, Dicky Eklund (diperankan dengan sangat cemerlang oleh Christian Bale). Eklund adalah petinju veteran yang pernah mengalahkan Sugar Ray Leonard, dan kini diikuti kru HBO yang sedang membuat dokumenter tentang dirinya yang akan kembali ke arena.

Keluarga Micky mendukung, khususnya sang ibu, Alice Ward (diperankan, juga dengan sangat ciamik, oleh Melissa Leo). Masalahnya, justru keluarganyalah, dengan setengah lusin adik perempuannya,Β  yang menjadi sumber rintangan terbesar. Apalagi abangnya masih terjebak dengan narkobaΒ  dan, akhirnya, tindak kriminal. Konflik pun dipertajam dengan perkenalan Micky dengan seorang pelayan bar nan seksi, Charlene Fleming (Amy Adams) yang kemudian menjadi kekasihnya dan banyak memberikan masukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tarik-menarik serta perselisihan pun terjadi, layaknya sebuah keluarga. Pilihannya, Micky berpihak pada kekasihnya yang dengan serius membantu kariernya, plus seorang pelatih sepuh, ataukah akan kembali ke pelukan keluarga. Mickey tidak boleh memilih keduanya.

Selama 115 menit,Β  sutradara David O Russelβ€”dibantu produser eksekutif Darren Arranofskyβ€”dengan pendekatan realisme mengajak penonton menyelami kehidupan seorang yang berjuang membangun pencapaiannya. Untuk mendekati realitas, adegan latihan dilakukan di Art Ramalho, Lowell West End Gym, tempat Micky yang sebenarnya berlatihβ€”dan masih menjadi sasana tinju hingga saat ini.

Penata kamera HBO diperankan oleh Richard Farrel, yang memerankan dirinya sendiriβ€”yang pernah membuat dan memenangi penghargaan atas dokumenternya tentang Dick Eklund, 'High on Crack Street: Lost Lives in Lowell'. Salah seorang dari pelatih, Mickey O'Keefe, seorang polisi, juga diperankan oleh dirinya sendiri.

Yang paling menonjol adalah permainan watak Christian Bale. Sepanjang film, penonton tidak melihat Bale, tapi Eklund, karena penampilannya benar-benar berbeda dari, sebut saja, dirinya sebagai Batmanβ€”mungkin mirip dengan Tom Cruise pada 'Tropic Thunder'. Ia menjelma menjadi sosok yang tengil, tukang nyengir, egois, kekanak-kanakan, agak arogan, bercanda tak kenal konteks, dan benar-benar mencerminkan seorang pecundang.

Bahkan, persamaan fisik sangat kental terasa saat petinju yang sebenarnya tampil pada bagian akhir film (padahal sebenarnya William Baldwin lebih mirip dari sisi fisik, tapi Bale bisa mengejar kemiripan itu dengan usaha kerasnya). Bale bahkan menurunkan berat badannya dengan cara mengurangi makan.Β 

Akting lainnya yang sangat kuat adalah peran ibu yang dimainkan Melissa Leo. Keduanya diganjar Penghargaan Golden Globe dan juga masuk nominasi Oscar tahun ini. Selain kedua pelakon itu, nominasi Oscar juga disematkan kepada sutradara, editor, aktris utama, skenario, dan filmnya sendiri.

Ini adalah film impian Wahlberg sejak lama. Dan bukan kebetulan kalau putrinya dan putri Bale bersekolah di tempat yang sama, hingga keduanya berkolaborasi. Film ini bukan sekadar soal tinju, atau soal memilih antara keluarga atau pacar. Film ini lebih dari itu, ia menyelami kehidupan yang tidak hanya berisi kemenangan dan kesuksesan, tapi juga kejatuhan dan kesalahan.

(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads