Tanpa basa-basi, 'The A-Team' langsung dibuka dengan adegan yang memperkenalkan masing-masing personelnya, yaitu si cerdik Kolonel John "Hannibal" Smith (Liam Neeson), Letnan Templeton "Faceman" Peck (Bradley Cooper) yang plaboy, Bosco Albert B.A. "Bad Attitude" Baracus (Quinton "Rampage" Jackson) dan sang pilot gila Kapten H.M. "Howling Mad" Murdock (Sharlto Copley). Pertemuan para Rangers di Meksiko itu pun sepertinya sudah ditakdirkan.
Beberapa bulan setelah misi mereka di Meksiko, Hannibal, Face, B.A. Baracus dan Murdock menjadi bagian dari Tentara Amerika Serikat di Baghdad, Irak. Menjelang kepulangan, Hannibal Cs mendapat tugas dari Jendral Morrison (Gerald McRaney). Sang Jendral minta supaya mereka membongkar sindikat pemalsu uang di sana. Seperti biasanya, Hannibal telah menyiapkan rencana gila untuk menggagalkan pengiriman uang palsu tersebut keluar Baghdad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hannibal, Face, B.A. Baracus dan Murdock pun diadili di Mahkamah Militer karena dituduh berkomplot dengan Pike. Mereka dinyatakan bersalah dan dijebloskan ke penjara. Namun, terali besi tidak meredupkan semangat The A-Team. Berhasilkah Hannibal Cs membalas dendam?
'The A -Team' yang disutradarai Joe Carnahan menyajikan plot cepat, ditambah dengan twist yang membuat penontonnya semakin penasaran dengan ending film ini. Sepanjang film, Anda juga dipuaskan dengan adegan-adegan aksi yang gila, mulai dari kejar-kejaran Helikopter hingga tank yang terjun bebas. Meski sebagian adegannya berlebihan, tapi tetap masuk akal.
Tidak hanya itu, sutradara yang sebelumnya sukses dengan 'Smokin Aces' juga melengkapi film ini dengan lelucon-lelucon segar. Unsur komedi juga semakin kuat dengan kekonyolan yang dilakoni Murdock.
Secara keseluruhan, Joe Carnahan sepertinya sukses mengembalikan kejayaan 'The A-Team'. Film ini pun membuktikan kalau The A-Team benar-benar gila.
(hkm/iy)











































