Kisah 'Capres' bermula ketika Hartono (Dwi Sasono) seorang office boy bergelar sarjana ekonomi tiba-tiba ditunjuk menjadi Ketua Umum Parpol yang korup bernama Partai ASU (Anggaran Semuanya Untukmu). Hartono dipilih karena kejujuran dan keluguannya.
Para pengurus Parpol itu berharap agar Hartono yang lugu itu bisa disetir dalam menjalankan kebijakan partai. Hal ini ditujukan agar dana yang terkumpul dari para pejabat dan pengusaha sebagai modal kampanye dapat dipertahankan meski Ketua Umum mereka yang asli sedang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai adegan menggelitik pun tercipta ketika hartono yang lugu diubah penampilannya sehingga terlihat lebih bonafit. Tak hanya itu, Hartono juga mendapuk Effendi Ghazali dan Ucup Kelik sebagai penasihat politiknya.
Masalah muncul saat Hartono yang awalnya bisa disetir, mulai sadar dan berusaha melawan. Bahkan godaan Catherine Wilson yang berperan sebagai sekertaris 'luar dalam' pun ia tolak mentah-mentah.
Mampukah Hartono bertahan melawan friksi dan trik politik yang penuh muslihat? Jawabannya hanya Anda akan dapatkan di 'Capres' ini akan tayang di bioskop mulai 4 Juni mendatang.
Film yang dibintangi oleh Dwi Sasono, Happy Salma, Catherine Wilson, Sujiwo Tejo, Butet Kertaradjasa, Kelik Pelipur Lara (Ucup Kelik), Denny Chandra, dan Remy Silado ini menceritakan tentang carut marut dan kerasnya dunia politik. Film ini dikolaborasi dengan ide talkshow komedi 'Republik Mimpi' yang populer di salah satu televisi swasta.
Untuk menguatkan tema politik, 'Capres' juga melengkapinya dengan penampilan-penampilan cameo politikus. Salah satunya Gus Dur.
(hkm/hkm)











































