Back to Basics: Permainan Mesin Waktu

Back to Basics: Permainan Mesin Waktu

- detikHot
Selasa, 29 Agu 2006 12:24 WIB
Back to Basics: Permainan Mesin Waktu
Jakarta - Lewat album terbarunya, 'Back to Basics', Christina Aguilera seakan bermain dengan mesin waktu. Ia mengajak penggemarnya untuk melangkah puluhan tahun ke belakang. Tak sedikit yang bilang, wanita adalah makhluk yang membingungkan. Christina Aguilera contohnya. Wanita satu ini yang telah mencapai titik tertinggi dalam karirnya malah ingin kembali ke titik awal.Tercermin dari judul album terbarunya, 'Back to Basics', juga musik yang diusungnya dalam album tersebut. Berbeda jauh dari lagu-lagu di album sebelumnya, Stripped, yang lebih modern, lagu-lagu di 'Back to Basics' cenderung lebih klasik dan retro. Misalnya 'Aint No Other Man', mendengarkan lagu ini layaknya memutar mesin waktu ke musik soul tahun 1920an. Bedanya Christina menjadikan DJ sebagai pilot mesin waktu tadi.Christina membawa lagu-lagunya di album ini ke arah yang berlawanan dengan perputaran waktu. Bukannya berjalan ke depan dengan musik pop yang kian modern dan canggih, Christina justru kembali ke belakang dengan memanfaatkan sound-sound dari lagu-lagu lawas untuk albumnya. Contoh lainnya di lagu 'Understand'. Di situ kita akan menemukan suara soul queen 1960an, Batty Harris, yang dicomot dari lagu 'Nearer to You'. Bahkan sound dari lagu 'Can't Hold Us Down' dan 'Genie in a Bottle' miliknya sendiri ikut dipakai untuk membangun suasana sentimentil untuk lagu dedikasinya kepada fans, 'Thank You (Dedication To Fans)'.Lagu-lagu lain yang juga terkesan klasik retro dan pantas disimak adalah 'Makes Me Wanna Pray'. Lagu ini disajikan dengan permainan soulful piano. Lalu ada lagu dengan trumpet dan trombone bersahutan dengan dentum kick drum di lagu 'Slow Down Baby' yang enak untuk dibuat berdansa. Vokal Christina masih tetap powerful, bahkan lebih seduktif dari sebelumnya (coba dengar 'Nasty Naughty Boy'). Ditambah penampilan visual yang menggoda yang mengingatkan kita akan sosok Marilyn Monroe lengkap dengan rambut pirang dan dada besarnya. Mendengarkan 22 track di 'Back To Basic' seperti mencicipi 'nano-nano'. Ada sentimentil, blues hingga perasaan yang riang gembira. Kita dibawa ke perjalanan drama musikal dari sirkus kehidupan seorang Christina.Review ini ditulis Widi Asmoro yang merupakan member dari mailing list detikhot@yahoogroups.com (ine/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads