DetikHot

new-release

'Goosebumps 2: Haunted Halloween', Mereka Kembali Lagi

Jumat, 12 Okt 2018 20:42 WIB  ·   Candra Aditya - detikHOT
Goosebumps 2: Haunted Halloween, Mereka Kembali Lagi Foto: imdb.
Jakarta - Ketika dirilis tiga tahun lalu, adaptasi dari novel horor anak-anak terkenal berjudul 'Goosebumps' berhasil merebut perhatian banyak penonton. Kebanyakan adalah mereka yang sudah familiar dengan serial yang diciptakan oleh R. L. Stine tersebut. Beberapa memang ingin menonton sebuah horor lucu-lucuan. Salah satu faktor yang juga mendukung kesuksesan film tersebut adalah penampilan Jack Black yang cukup kocak sebagai si R. L. Stine.

Dengan lebih dari 100 juta dollar dari penjualan tiket saja, Sony langsung menekan gas untuk sekuelnya. Berbeda dengan film pertamanya, 'Goosebumps 2: Haunted House' tidak lagi mengikuti karakter-karakter film pertamanya. Dengan sutradara, penulis dan aktor-aktor baru, film ini mencoba mengambil hati para anak-anak yang ingin ikutan euphoria Halloween.

Ceritanya begitu sederhana: Sonny (Jeremy Ray Taylor, diimpor dari film pertama It) dan Sam Carter (Caleel Harris) sedang melakukan eksperimen mereka dengan mengambil sampah-sampah orang demi mencari harta karun. Tentu saja mereka akhirnya menemukan harta karun ketika mereka sampai di rumah R. L. Stine. Sebuah manuskrip tua dan sebuah boneka tua.

Boneka tua itu akhirnya berbicara dan melakukan banyak hal. Hal yang membuat Sonny dan Sam senang. Rahasia mereka tentang Slappy (disuarakan oleh Mick Wingert) akhirnya terbongkar oleh Sarah (Madison Iseman), kakak Sonny. Slappy kemudian marah kepada mereka semua karena ia merasa bahwa ia sudah melakukan hal yang baik. Dan malam itu, di malam Halloween, dia menghidupkan semua makhluk halus yang ada. Dan kota pun menjadi kacau balau.

Secara premis, tidak ada yang berubah antara film ini dengan film pertamanya. Perbedaan utamanya adalah film ini jauh lebih membosankan dari film sebelumnya. Yang membuat Goosebumps menyenangkan adalah bagaimana dia bisa menyeimbangkan teror kanak-kanak dengan humor yang pas. Hal tersebut bergantung sekali dengan permainan Jack Black yang asyik. Sayangnya, sosoknya disunat di film ini.

Penulis naskah Rob Lieber justru membuat cerita baru dengan karakter baru yang sayangnya tidak semenarik film pertamanya. Ini juga ditambah dengan penyutradaraan Ari Sandel yang cenderung main aman. Haunted House memang dimaksudkan untuk penonton anak-anak. Seperti film pertamanya, film ini berupaya keras untuk memberikan teror-teror kecil yang (mungkin) seram bagi anak-anak. Sayangnya, yang terjadi di layar terasa seperti pengulangan film pertamanya.

Barisan cast-nya memang tidak spesial meskipun Wendi McLendon Covey, Chris Parnell dan Ken Jeong turut serta untuk membuat film ini sedikit mempunyai kepribadian. Pemain anak-anaknya cukup bisa diandalkan meskipun pada akhirnya pestanya memang tidak semeriah itu.

Bagi Anda penonton dewasa, 'Goosebumps 2: Haunted House' mungkin terasa sebagai ujian yang begitu pelik. Tapi bagi penonton anak-anak, 'Goosebumps 2: Haunted House' bisa jadi sebuah petualangan Halloween yang mengasyikkan dan seru. Ending film yang sengaja dibuat cliffhanger mengindikasikan akan ada sekuelnya. Kalau memang iya terjadi, semoga saja film ketiganya bisa membuat penonton dewasanya ikutan merasa seru saat menontonnya. Seperti yang terjadi ketika menonton film pertamanya.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.
(dar/dar)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed