'Sleep Well Beast': Melangkah Keluar dari Batasnya Sendiri

Yarra Aristi - detikHot
Senin, 18 Sep 2017 19:11 WIB
Foto: The National
Jakarta - Empat tahun sejak The National merilis album keenam 'Trouble Will Find Me', sekarang mereka hadir dengan 'Sleep Well Beast'. Apabila dalam 'Trouble Will Find Me' mereka tampil lebih tenang dan kalem, kali ini mereka bangkit dan mencoba menyuguhkan beberapa eksperimen walau track pertama 'Noboy Else Will Be There' tetap mengagungkan dentingan piano, strings yang terdengar samar-samar dan beat digital yang minimalis. Dari situ mereka membangun atmosfir familiar yang selama ini mereka selalu hidangkan.

Lama bertahan dengan aransemen yang dingin dengan atmosfir berkabut nan dramatis, kali ini band asal Cincinnati, Ohio ini mencoba pendekatan berbeda dalam beberapa track. Dalam track seperti 'The System Only Dreams in Total Darkness' dan 'Turtleneck', mereka hadir dengan raungan gitar yang liar, drums yang tak kalah gahar, juga permainan gitar yang menyalak di sana-sini. Mereka lebih terdengar seperti band psychedelic rock pada dua track tersebut. 'Day I Die' juga menghadirkan aransemen yang ramai, namun masih diimbangi dengan chord piano pada latar yang membuat lagu ini terdengar lebih jinak.

Mereka juga mencoba menyelipkan elemen electronik seperti pada awal lagu 'I'll Still Destroy You', 'Walk It Back', dan 'Guilty Party'. Tidak dalam porsi yang besar, hanya berfungsi sebagai pengantar ke aransemen andalan mereka yang kadang didominasi chord-chord piano yang dingin. Tidak semuanya berhasil, walaupun sound yang disuguhkan sungguh hip dan bergengsi, namun terkadang signature sound mereka sudah lebih dari cukup tanpa harus diberi embel-embel elemen yang lebih modern tersebut.

Rindu akan terobati ketika mendengar 'Carin at the Liquor Store' dan 'Born To Beg' yang diawali dengan permainan piano dan nyanyian Matt Berninger yang serak menyeret, lalu diikuti dengan pola drum yang sedikit berat dan diselimuti oleh instrument lain yang berada jauh di belakang bagaikan cuaca berkabut. 'Empire Line' juga akan membuat kita bernostalgia ke era Fake Empire. Lalu aransemen waltzy mereka hadirkan pada 'Dark Side of the Gym' yang menarik. Nuansa romantis hadir seiring dengan lirik 'I'm gonna keep you in love with me for a while, I'm gonna keep you in love with me..'. Lantas album ini ditutup dengan 'Sleep Well Beast' yang terdengar bagaikan lagu tidur yang absurd, menenangkan namun menghantui dalam waktu bersamaan.

Mereka mencoba keluar dari batasannya sendiri, perlahan dengan penyesuaian sana sini agar tidak stagnan di tempat. Setelah mencoba beberapa kemungkinan dalam Sleep Well Beast, sekali lagi, tidak semuanya berhasil. Namun di sisi lain, beberapa hal baru tersebut secara mengejutkan dapat berjalan selaras dengan sound yang selama ini sudah mereka bangun. (dar/dar)