'The Journey' Rendy Pandugo: Benchmark Baru Musik Pop

Yarra Aristi - detikHot
Rabu, 30 Agu 2017 12:55 WIB
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Berawal mempublikasikan karya-karya covernya di SoundCloud, lalu sempat melejit dengan membawakan single Sheila On 7 'Sebuah Kisah Klasik', membuat orang bertanya siapakah itu Rendy Pandugo.

Menjadi penyanyi yang mahir bermain gitar membuat Pandugo terjebak dalam anggapan bahwa ia adalah John Mayer versi Indonesia. Boleh saja banyak yang beranggapan seperti itu, namun kenyataannya ia lebih dari predikat tersebut.

Album The Journey Rendy PandugoAlbum The Journey Rendy Pandugo Foto: Rendy Pandugo

Keseluruhan materi yang ada dalam debut berjudul The Journey membuktikan potensi yang dimiliki Pandugo. Ia bisa keluar dari zona nyamannya dan membuat kreasi yang eksploratif dan membawa angin segar bagi industri musik Indonesia.

Salah satunya adalah 'Silver Rain' yang memiliki aransemen EDM namun tetap diimbangi dengan elemen-elemen organik seperti petikan gitar akustik di background dan tepukan tangan catchy yang memberikan bumbu ekstra di departemen beat.

Lagu ini bercerita mengenai cinta masa kecil yang bersemi kembali 20 tahun kemudian. Terasa sekali suasana hati yang penuh cinta ketika Pandugo mendeskripsikan kisahnya yang menyenangkan ini.

Ia juga membawa nuansa folk yang kental pada track pembuka 'Float In the Sky' yang terdengar mantap. 'Steal Away' yang bernuansa Motown mengalun indah dengan lirik yang menggoda.

'I Don't Care' yang sudah mengudara sejak berbulan-bulan lalu adalah sebuah balada yang bercerita mengenai hubungan cinta yang sudah tidak bisa dipertahankan. Sementara 'Snap' menghadirkan elemen country yang menarik dengan siulan dan aksen permainan gitar yang membuat lagu ini terdengar catchy.

Kepiawaian Pandugo dalam mempersembahkan solo gitar juga hadir di track '7 Days', 'Bad Company', dan 'Steal Away'.

Sebelas materi dalam The Journey semuanya berbahasa Inggris dan terdengar sungguh fasih. Sound-nya pun terpoles dengan ciamik berkat penggarapan yang maksimal di The Kennel Studio, Swedia.

Dalam album ini, Pandugo mempersembahkan banyak referensi yang menarik, mulai dari folk, country, EDM, pop, ballad, Motown, dan masih banyak lagi. Semuanya dikemas dengan apik dan berkualitas.

Tidak heran jika kurang dari 10 jam sejak dirilis, The Journey berada di peringkat pertama di iTunes. Sebuah karya yang patut disimak, dan bisa menjadi benchmark baru mengenai bagaimana seharusnya musik pop negeri sendiri dibuat.



(ken/ken)