'Bitter Rivals' Sleigh Bells: Semakin Pop, Semakin Beracun

'Bitter Rivals' Sleigh Bells: Semakin Pop, Semakin Beracun

Yarra Aristi - detikHot
Jumat, 03 Jan 2014 11:00 WIB
Bitter Rivals Sleigh Bells: Semakin Pop, Semakin Beracun
Jakarta - Tak terasa duo noise pop asal Amerika ini sudah merilis album ketiga bertajuk 'Bitter Rivals'. Grup yang digawangi oleh Derek Miller dan Alexis Krauss ini pada awal karier mencoba untuk membuat provokasi dan inovasi. Mereka menggabungkan nyanyian bergaya pop dengan permainan gitar nu metal yang cukup gahar, namun terbalut rapi oleh beat dan bebunyian yang catchy.

Awalnya, konsep seperti itu terdengar asing dan cenderung berisik. Namun, suka atau tidak suka, sebagian besar lagu mereka melekat di benak. 'Treats' (2010) sebagai album perkenalan memiliki hook-hook yang cukup cepat terekam di ingatan. Setelah itu, tahun lalu mereka merilis 'Reign of Terror' yang secara musikalitas terdengar lebih mantap dan ciamik.

Lantas, pada 'Bitter Rivals' ini nyanyian Krauss terdengar semakin pop dan menyenangkan. Lagu-lagu mereka tetap memiliki racun, salah satunya adalah sebuah track berjudul '24'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kadang sulit menentukan apakah Anda suka atau benci lagu-lagu mereka. Kadang beberapa track terdengar seperti sampah, namun di saat bersamaan terdengar artistik. Dan, tanpa disadari kepala sudah mengangguk-angguk mengikuti beat dan irama 'To Hell With You', atau mendadak Anda sudah fasih menggumamkan refrain 'Young Legends' yang juga memiliki aransemen tak kalah keren.

'Sing Like Wire' mungkin track paling ribut yang ada di album ini. Namun, kombinasi antara bagian song yang genit dan pop-ish terpadu sempurna dengan refrain yang menghajar telinga dengan hujan synth dan distorsi, serta teriakan ala gadis remaja yang penuh semangat.

Sekali lagi, lewat lagu yang menjadi judul album, Anda akan berpikir tanpa mampu menentukan apakah Anda suka atau tidak. Selesai mendengarkan lagu ini, Anda masih akan ragu-ragu apakah akan menjadikan album ini favorit atau tidak. Semua adalah pilihan Anda. Namun, saya yakin hati kecil Anda akan berkata bahwa album ini pasti akan menjadi salah satu album yang akan Anda putar ulang terus-menerus.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta

(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads