'The Greatest Indonesian Love Songs' merupakan kumpulan lagu-lagu hits tahun 80-an yang dibawakan dan diaransemen ulang oleh Rio Febrian. Tentu, bukan Rio sendiri yang mengaransemen, tapi lewat tangan dingin Pay BIP selaku Music Director di album ini.
Jadi, jangan heran bila album ini dipenuh dengan lirik puitis mendayu-dayu, seperti kutipan di awal tadi, yang merupakan penggalan lagu 'Angin Malam'. Lagu tersebut pernah sangat populer lewat lantunan suara Broery Marantika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pay memberi warnah tersendiri bagi album ini dengan sentuhan rock-nya di beberapa lagu. Solo gitar Pay yang singkat di 'Hati yang Terluka', 'Before You Go', atau 'Mungkinkah' setidaknya sudah cukup terdengar "sangar" untuk ukuran album pop Indonesia. Tanpa kehadirannya mungkin 'The Greatest Indonesian Love Songs' ini hanya akan menjadi album balada 'mellow' Rio Febrian lainnya.
Album ini adalah bentuk bukti apresiasi Rio Febrian kepada para komposer handal macam A.Riyanto, Amien Ivo, Abadi Soesman, Oddie Agam hingga M.Sani. Karya-karya maestro yang kita anggap jadul tersebut "dimasak" sedemikian rupa sehingga mempunyai rasa masa kini. Sepuluh "hidangan" yang ditampilkan ini bahkan lebih bagus dari versi aslinya.
Album ini bisa jadi album Valentine yang bagus Andai saja eksekusi vokal Rio Febrian di beberapa lagu tidak terdengar old school. Namun, tentu saja tidak ada yang salah membeli album ini walaupun Anda merasa terlalu muda untuk lagu-lagu di dalamanya. Setidaknya, album ini bisa dijadikan hadiah Valentine untuk calon mertua Anda.
Rendy Tsu (@rendytsu) music director radio, album reviewer dan blogger yang mendedikasikan tulisannya untuk musik.
(mmu/mmu)











































