Album 'Warrior': Sihir Ke$ha Tanpa Auto-Tune

Album 'Warrior': Sihir Ke$ha Tanpa Auto-Tune

Rendy Tsu - detikHot
Selasa, 15 Jan 2013 11:07 WIB
Album Warrior: Sihir Ke$ha Tanpa Auto-Tune
Jakarta - Sulit rasanya memisahkan nama Ke$ha dengan istilah "Auto-Tune". Masih ingat dengan salah satu lagunya, ‘We R Who We R’ yang dinilai sebagai "lagu pop paling Auto-Tune sepanjang masa"?

Auto-Tune adalah Audio Processor yang digunakan untuk memperbaiki pitch vocal pada penyanyi sehingga menjadi sempurna. Ada yang menyebutnya sebagai "Photoshop for Human Voice". Bahkan, penyanyi sekelas Madonna dan Britney Spears hingga acara TV populer seperti American Idol dan The X Factor kabarnya juga menggunakan teknologi ini.

Ke$ha yang selama ini dikenal sebagai "One of Most Famous Auto-Tune Idol" baru saja mengeluarkan album keduanya, 'Warrior'. Sebelumnya ia pernah berjanji akan mengurangi porsi "Auto-Tune"-nya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah album "cock rock" yang terinspirasi dari rock tahun 1970 disebut-sebut menjadi asal mula 'Warrior'. Banyak sound gitar yang sebelumnya jarang Anda temukan di 'Animal' (2010) ataupun EP 'Cannibal' (2010). Walaupun julukan "cock pop" dinilai lebih pantas untuk album terbarunya ini, tapi percayalah, 'Warrior' jauh lebih baik dari dua album tersebut.

Album ini terasa lebih berwarna dibandingkan dua album sebelumnya. Mungkin Anda tidak percaya, tapi mendengar 'Warrior' seakan mendengar P!nk yang liar ditambah rap machine Nicky Minaj, sesekali country khas Taylor Swift, dibalut dalam lirik khas Katy Perry dengan mashup ala David Guetta yang dicampur menjadi satu.

Coba saja sendiri track-track seperti 'Warrior', 'C'mon', 'Thinking of You', 'Crazy Kids', 'Wherever You Are', 'Wonderland' dan 'Supernatural'.

Lagu yang paling difavoritkan pastilah 'Die Young' setelah menjadi radio hit di mana-mana sejak pertama kali dirilis. Sayangnya, lagu ini sempat ditarik dari beberapa radio di Amerika setelah tragedi Sandy Hook karena dianggap tidak pantas untuk diputar saat negara tersebut mengalami masa berkabung.

Nyatanya, hal tersebut tidak mengurangi eksistensi lagu itu di seluruh dunia. 'Die Young' tetap menjadi lagu yang paling "mengigit" di antara 12 lagu lainnya.

Selain 'Die Young', salah satu lagu yang direkomendasikan adalah 'Dirty Love', kolaborasi Ke$ha dengan Iggy Pop. Kabarnya lagu ini memang terinspirasi dari musik Iggy Pop yang bergenre "garage rock" dan "punk rock". Meskipun sound yang terdengar tidak se-"kotor" judulnya, lagu ini sanggup membuat Anda mengecek kembali cover depan album sekedar meyakinkan bahwa album ini memang milik Ke$ha.

Betul kata Ke$ha yang menyebut album ini bertema "Magic". ‘Warrior’ memang penuh dengan sihir yang membuat Anda akan mendengar terus dari awal hingga akhir. ‘Warrior’ merupakan pencapaian Ke$ha ke level yang lebih tinggi. Jika Anda kecewa dengan 'Animal' atau pun 'Cannibal', Annda akan menyukai 'Warrior'.

Rendy Tsu (@rendytsu) penulis, blogger dan pecandu social media, mendedikasikan tulisannya untuk musik

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads