'Beacon' adalah album kedua yang mereka rilis pada September 2012, dan musik mereka terasa semakin nyaman didengar. Pengusung indie rock (atau bisa juga dikatakan pengusung indie disco) ini membuka dengan 'Next Year' dengan melodi gitar yang unik di intro, disambut dentuman drum, lantas Alex Trimble (vokal) mulai menyanyi dengan karakter suaranya yang sedikit polos βsekilas seperti gabungan karakter vokal Ben Gibbard dengan sedikit sentuhan unik Anthony Hegarty dari Anthony and the Johnsons.
'Next Year' merupakan single yang catchy dan menyenangkan, dengan porsi distorsi yang sungguh pas muncul di beberapa bagian dan riff gitar yang tak kalah keren.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Single kedua bertajuk 'Sun' menampilkan sisi lembut dari vokal Trimble. Lagu ini terdengar sentimentil dan elok. Sebuah lagu yang bercerita mengenai jarak yang membuat gundah, antara New York dan London. Sekali lagi, bagian refrainnya sungguh catchy dan menyentuh, β...Though I'm far away/ I know I'll stay, I know I'll stay right there with you/ And though it might be too late/ What would you say? What would you say? What would you do?...β
Lagu tersebut dibungkus legit oleh tatanan gitar, keyboard, pola bass serta beat yang menghentak manis, serta kehadiran brass section yang memberikan sentuhan istimewa mendekati akhir lagu.
Lagu bertempo medium 'The World is Watching' mungkin bisa menjadi favorit, dengan dentuman drum yang sedikit santai namun tetap powerful, rhythm gitar yang genit nan manis, ditambah atmosfer mengawang yang diciptakan oleh bebunyian synthesizer yang halus, serta vokal tamu seorang perempuan bernama Valentina yang menjadi pemanis paling pol dari lagu ini.
'Pyramid' yang lebih kencang dari lagu lainnya seolah merupakan klimaks dari album ini. Namun, mereka menutupnya dengan 'Beacon' yang berintro mirip lagu rock alternatif β90-an (mungkin sedikit mengingatkan pada 'Good' dari Better Than Ezra), namun tentunya dengan sentuhan khas Two Door Cinema Club. Yakni, suara Trimble yang dibantu oleh efek mengawang, yang menjadikan lagu ini sebagai penutup yang manis setelah Anda menikmati pesta musik bergengsi yang mereka suguhkan.
Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.
(mmu/mmu)











































