Album 'Gossamer' Passion Pit: Pop Elegan Tanpa 'Ngoyo'

Album 'Gossamer' Passion Pit: Pop Elegan Tanpa 'Ngoyo'

Yarra Aristi - detikHot
Senin, 27 Agu 2012 16:05 WIB
Album Gossamer Passion Pit: Pop Elegan Tanpa Ngoyo
Jakarta - Sukses pada 2009 dengan album 'Manners' yang menjadi salah satu penyelamat genre pop yang bergengsi (bukan pop supermainstream), band asal Cambridge, Massachusetts ini masih mampu mempertahankan pamor mereka sebagai pengusung electropop dengan merilis album kedua. Album bertajuk 'Gossamer' itu dirilis pada pertengahan Juli 2012.

Dalam album ini, Passion Pit tidak terdengar "ngoyo". Aransemen musiknya terkesan effortless, namun memiliki banyak track yang kuat dan unik. Jika dalam album 'Manners' mereka menggebu-gebu dengan suara falsetto, teriakan khas Michael Angelakos, backing vocal menyerupai suara chipmunks --sehingga terdengar penuh sesak-- kali ini mereka meredam semua itu.

Namun, jangan khawatir, Anda masih akan menemui ciri khas suara Michael Angelakos yang tiada duanya. Bahkan bisa dibilang, Angelakos mulai menjejaki tahap kedewasaan di sini. Ia tak lagi memerlukan suara-suara yang memekakkan telinga secara berlebihan, karena mereka sudah menemukan pola yang enak. Mereka tetap menjejak pada ranah electro-pop, dengan segala macam eksperimen suara yang membuat lagu-lagunya terpoles dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hujan synthesizer masih memenuhi atmosfir, segala macam sound keyboard terus mereka maksimalkan, backing vocal kekanak-kanakan juga tetap ada walaupun porsinya sudah berkurang, dan justru menghasilkan tata suara yang lebih elegan.

Single pertama 'Take a Walk' misalnya, tampil dengan melodi membius yang terkesan jauh lebih sederhana apabila Anda bandingkan dengan hits mereka sebelumnya, seperti 'The Reeling' atau 'Sleepyheads'. Lagu ini merupakan hal yang kontradiktif, antara racikan musik yang terdengar centil dan gembira, namun jika diperhatikan liriknya sungguhlah murung.

'Love is Greed' dan 'It’s Not My Fault, I’m Happy' juga tak memerlukan teriakan oktaf tinggi untuk menjadi lagu yang catchy, yang berpotensi menjadi single andalan berikutnya. Simak juga 'Carried Away', salah satu lagu paling menggemaskan dari album ini. Di sini mereka tampil dengan beat gembira, diiringi permainan rhythm keyboard bergaya staccato dan refrain yang mudah diingat.

Sebuah lagu cinta berjudul 'Hideaway' dengan lirik menyentuh juga menjadi salah satu pencuri perhatian di album ini. Ungkapan less is more jelas terbukti dalam 'Gossamer'. Passion Pit telah menemukan racikan yang paling pas tanpa harus menghilangkan benang merah yang sudah lekat. Album ini jelas menjadi salah satu album musim panas terbaik yang wajib Anda simak.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads