Album 'Instinct' Niki and the Dove: Indietronica yang Bermartabat

Album 'Instinct' Niki and the Dove: Indietronica yang Bermartabat

- detikHot
Selasa, 24 Jul 2012 11:14 WIB
Album Instinct Niki and the Dove: Indietronica yang Bermartabat
Jakarta - Jika Anda merasa The Knife terlalu mengganggu telinga, atau mungkin Cyndi Lauper terasa terlalu tua untuk didengarkan, cobalah menyimak Niki and the Dove. Bagaikan perkawinan silang antara teriakan lirih namun lantang dari The Knife dalam versi lebih kalem, gaya menyanyi menyerupai Lykke Li dan Cyndi Lauper dalam versi lebih menggemaskan, dan balutan aransemen musik indietronica yang seru.

Sedikit gambaran, beberapa band atau grup pendahulu yang kurang lebih memiliki musik bernuansa sama dengan Niki and the Dove ini adalah Bat For Lashes, Ladyhawke, Austra dan Fever Ray.

Digawangi oleh Malin Dahlstrom (vokal/penulis lagu) dan Gustaf Karlof (gitar/keyboard) asal Stockholm, mereka sudah membentuk proyek ini sejak 2010 dengan berbagi kegemaran Malin akan musik yang bernuansa gelap, dengan musik kesukaan Gustaf yang lebih berbau elektronika dan pop. Awal tahun lalu mereka tergabung dalam Sub Pop Records dan merilis single 'The Fox'. Album debut mereka 'Instinct' dirilis di Eropa pada musim semi tahun ini. Di sini mereka menyuguhkan beragam eksplorasi musik yang menarik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nuansa awal '90-an banyak menyembul di beberapa lagunya, salah satunya pada track 'Last Night' dengan nuansa synth pop/new wave dengan lirik yang menggemaskan. "… Last night we got married in a taxi/ I swear I love you, I love you like it’s no tomorrow/ Oh my body shivers/ I’ve got this feeling of time being old…."

Satu lagu yang juga bernuansa manis dan menggemaskan adalah 'Love to the Test'. Atau, Anda bisa simak track pembuka berjudul 'Tomorrow' yang merupakan gradasi yang diawali dengan aransemen sederhana lalu perlahan berubah menjadi lantang dan meledak-ledak.

Racikan musik yang mendekati sempurna dan serba imbang sungguh menenangkan jiwa dan telinga. Kadang di tengah-tengah musik yang hype dengan dentuman drum elektronik dan hujan synthesizer, Malin menyanyi dengan nada yang menyayat hati. Namun, setelah itu dapat dengan cepat berubah menjadi lantang, kemudian kembali lunak dan sedikit mengiris, seperti pada track 'The Drummer' dan 'Mother Protect'.

Niki and the Dove merupakan satu idola baru, terutama untuk Anda yang memang senang mendengarkan musik-musik kekinian dan penuh gengsi. Sebagai bukti, NME yang sering pelit memberikan nilai review, memberikan angka 8 dari 10 untuk album ini. Begitupun media lainnya, tak segan memberikan nilai setidaknya lebih dari 6 untuk 'Instinct'. Percayalah, selain sungguh enak didengar, memiliki atau sekedar mendengarkan album ini akan mempertebal martabat Anda sebagai penyuka musik-musik trendi terdepan.

Yarra Aristi Pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads