'Give Me All Your Luvin'' mungkin bukan menjadi track favorit, walaupun ini adalah single andalan dari 'MDNA' yang menampilkan kolaborasi Madonna dengan artis sensasional Nicki Minaj dan vokalis/rapper Inggris M.I.A. Namun, track-track lainnya menarik untuk disimak.
Kali ini Madonna mengajak Anda berjoget bersama di sebuah club, ditemani oleh track-track yang dipoles oleh Benny Benassi, William Orbit, Martin Solveig, dan masih banyak lagi. Ranah musiknya tidak jauh dari eurodance, house, techno, dan trance. Itu tercermin dari judul album yang bisa juga merupakan plesetan dari nama salah satu substansi golongan amphetamine.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat dari liriknya, 'MDNA' mungkin dapat diartikan sebagai album penuh curahan hati Madonna. Bisa jadi merupakan sisa-sisa luapan emosi pasca perceraian dan putus cinta, rasa cemburu, amarah, dan lainnya. Contohnya pada 'Gang Bang', ketika ia berseru, "β¦I thought you were good, but you painted me bad/ Compared to theothers, you're the best thing I had/ I thought it was you, and I loved you the most/ But I was just keeping my enemies close/ Bang bang, shot you deadβ¦"
Pada akhirnya kita bisa mengambil sebuah kesimpulan. Seberapa canggih produser dan DJ yang diajak bekerjasama untuk memoles lagu-lagunya, sejauh apapun Madonna memikirkan konsep untuk album ini, ternyata hasil penjualan mengatakan fakta yang berbeda. Setelah merajai chart Billboard 200 di minggu pertama album dirilis (dan album ini berhasil terjual sebanyak 359.000 keping), Forbes mengatakan bahwa tidak lama kemudian penjualan album ini turun 88%.
Penurunan penjualan itu dikatakan sebagai penurunan penjualan terburuk peringkat kedua dalam sejarah musik. Namun, semua kembali ke selera pendengar, apakah semua terdengar lebih menyenangkan dengan 'MDNA'.
Yarra Aristi Pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.
(mmu/mmu)











































