Bloom membuka album barunya dengan 'Myth', sebuah lagu dengan intro yang memiliki karakter khas lagu-lagu Beach House. Di sini nyanyian Victoria Legrand terdengar sedikit berbeda dari biasanya. Lebih sensitif dan emosional. Permainan tempo pada bagian refrain juga menjadi daya tarik tersendiri pada lagu ini.
'The Hours' adalah salah satu contoh lagi di mana Legrand bernyanyi dengan mood yang dinamis dan penuh suka, dengan lirik yang romantis, " β¦ Cannot wait the hours, til you find me/ Climb up to the tower, so that you could see/ Waltz in the flowers where they found you/ Cannot wait the hours, would it be untrueβ¦"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendengar Bloom mungkin lebih terfokus pada setengah awal dari album ini, karena lagu-lagu terkuat memang ada di situ. Sedangkan pada setengah terakhir kadang masih ada yang terdengar membosankan apabila didengarkan berulang-ulang. Kecuali, 'On the Sea', sebuah lagu yang terdengar paling organik dari yang lainnya, didominasi oleh dentingan organ dan sedikit mengurangi unsur synthesizer, walau masih terdengar mengawang dan indah.
Bagi Anda yang mengikuti jejak karier Beach House sejak awal, album self-titled mungkin langsung menggayut di telinga Anda, begitupun dengan 'Devotion' yang muncul 2 tahun setelahnya. Jika 'Teen Dream' (2010) sempat disebut-sebut sebagai karya terbaik duo ini, maka 'Bloom' merupakan bentuk kesempurnaan dari tiga album sebelumnya. Gabungan aransemen yang lebih megah, manis, dan sarat synthesizer lembut, tentu akan menjadi salah satu album yang paling selalu ingin Anda dengarkan pada 2012 ini.
Yarra Aristi Pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.
(mmu/mmu)











































