Album 'Visions' - Grimes: Ketika Aneh adalah Normal

Album 'Visions' - Grimes: Ketika Aneh adalah Normal

- detikHot
Jumat, 11 Mei 2012 10:23 WIB
Album Visions - Grimes: Ketika Aneh adalah Normal
Jakarta - Awal 2012 muncul album ketiga dari musisi asal Vancouver, Kanada bernama Claire Boucher (terkenal dengan nama Grimes). Ia musisi, penyanyi, juga sutradara video klip. Musiknya terdengar seperti musik-musik laptronica yang memboyong semua kemungkinan sound yang ada. Sebuah percampuran yang unik antara electro-pop, bubbly pop, new age, juga modern rock.

Boucher seolah mencampur segala sound yang ia miliki, bernyanyi seperti bayi gila, kadang nyanyiannya terdengar ethereal dan cantik, namun bagaimanapun hasil akhirnya terdengar baik-baik saja di telinga. Mengapa saya katakan ia bernyanyi seperti bayi gila? Coba simak lagu 'Eight'. Apabila tidak didukung oleh beat yang keren dan lapisan vokal yang menggema di mana-mana, ada tendensi untuk ingin segera berhenti mendengarkan lagu ini dan membuang music player Anda jauh-jauh.

Lagu-lagu yang mungkin masih terdengar indah dan normal mungkin adalah 'Genesis', 'Oblivion', 'Symphonia IX (My Wait is U)', dan 'Nightmusic'. Lagu-lagu tersebut masih terasa bahwa salah satu pengaruh terbesar Grimes adalah dari Cocteau Twins. Beberapa kunci ramuan bermusik Grimes hingga terdengar masih masuk akal adalah tatanan musik yang athmospheric dan beat tajam yang intens menghujam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tabloid musik NME pernah mengutip kalimat darinya dari sebuah wawancara. Claire Boucher mengatakan bahwa ketidakmampuannya memainkan musik merupakan aset terbesar yang ia punya. β€œSaya selalu mencoba meniru apapun, lalu gagal tapi akhirnya saya malah menghasilkan sesuatu yang sangat berbeda,” ucapnya. Begitu mendengarkan lagu 'Visions', terbersit di benak saya, β€œBenar juga pernyataan perempuan itu.”

Grimes memberikan definisi kata aneh menjadi sesuatu yang normal, bahkan ramuan musik yang ia ciptakan terasa sangat hip. Dicurigai akan menjadi favorit baru di kalangan hipster.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.
(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads