Setelah tiga album pertama yang begitu gegap gempita, Fred Durst and the gank mulai kehilangan arah dengan membuat album yang rada melenceng dari patron mereka selama ini, yaitu Rap Metal. Dengan lagu-lagu yang lebih "bernyanyi" dan kelam, Limp Bizkit mulai tenggelam dengan kedatangan tren musik metal yang lebih keras. Keluar-masuknya Wes Borland dan kelakuan ugal-ugalan Fred Durst juga turut membantu menghambat perkembangan Limp Bizkit.
'Gold Cobra' dirilis 6 tahun sejak album terakhir 'The Unquestionable Truth' (Part 1) yang tidak sukses di pasaran. Atas dasar jebloknya album terakhir tersebut, Limp Bizkit seperti ingin kembali ke formula tiga album pertama. Dibuka sesuai dengan prosedur selama ini, yaitu sebuah intro dengan judul βIntrobarβ serta sebuah lagu pendek penanda kembalinya mereka βBring It Backβ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak adanya reffrain atau chorus yang sing-a-long layaknya single-single terdahulu mereka seperti βNookieβ, βRolling (Air Raid Vehicle) atau βMy Generationβ menjadikan lagu-lagu tersebut menjadi sangat anti-klimaks. Ketika Limp Bizkit mencoba untuk meredakan tensi dengan lagu βWalking Awayβ atau βLoserβ pun hasilnya tidak sebaik single lawas mereka yang lumayan santai, βMy Wayβ.
Begitu juga ketika mereka bermain-main dengan Autotune, sebuah perangkat manipulasi vokal, pada lagu βAutotunageβ, hasilnya tidak se-βgangguβ lagu-lagu Black Eye Peas. Pada akhirnya, 'Gold Cobra' hanyalah menghadirkan lagu-lagu yang berfungsi sebagai filler pada konser-konser mereka yang akan datang, dimana akan dimaklumi bila penonton hanya akan menggila pada saat single-single lama dinyanyikan.
Memang tidak mudah untuk mengembalikan masa jaya, terutama ketika musik yang diusung suatu band adalah musik yang sangat trendy di zamannya. Eits, jangan lupakan sisi artistik dari album cover ini, lagi-lagi Limp Bizkit menghadirkan sebuah cover album yang sangat tidak nyaman di mata. Sepertinya Rap Metal belum akan menggila kembali.
(mmu/mmu)











































