Day 1, Trisakti Rock Talent Terinspirasi JGTC
Senin, 25 Jul 2005 09:04 WIB
Jakarta - Tahu dong JGTC (Jazz Goes To Campus). Itu lho acara musik tahunannya anak-anak UI. Selama puluhan tahun JGTC selalu sukses diserbu penonton. Terispirasi dari sukses JGTC, anak-anak Trisakti coba membuat Tri Rock Talent. Let's rock guys...Tri Rock Talent (TRT) memang bukan sembarang acara musik. Acara yang dibuat sama anak-anak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Trisakti itu menghadirkan sederet band-band rock papan atas yang udah nggak usah diragukan lagi kemampuannya. Ada empat band utama yang jadi jualannya TRT. Mereka adalah Pas Band, Edane, J-Rocks, Taboo dan Saint Loco. Selain empat band tersebut, masih ada juga band-band lain yang nggak kalah kerennya. Buat kalian rocker sejati, jangan sampai ngelewatin penampilannya TOR, Siksa Kubur, Daggerstab, Burning Inside, Straight Out dan lain-lainnya.Untuk nonton aksi ngerock semua band di atas. Kalian nggak perlu ngeluarin duit banyak-banyak. Cukup bawa Rp 20 ribu dan datang ke lapangan hockey, Sumantri Brodjonegoro, Kuningan hari Minggu (31/7/2005).Sebagai debut, anak-anak Fakultas Hukum Trisakti berharap acara mereka bisa sesukses JGTC. Menurut salah satu penggagas acara ini, TRT sendiri dibuat karena terinspirasi dari acara jazz tahunannya anak-anak FE UI."Selama ini Trisakti belum punya acara musik yang dikenal sama orang. Gue ngelihat kenapa kita nggak buat kayak JGTC aja. Kalau JGTC musik jazz, TRT musik rock," jelas Ical, mahasiswa FH Trisakti angkatan 2001.Pemilihan musik rock menurut salah satu panitia yang lain yaitu Aan, karena mereka melihat saat ini jenis musik itu kembali naik daun. Meski dari segi penjualan album tidak bisa jadi ukuran, banyaknya acara musik rock yang diserbu orang membuat gank Trisakti nggak takut untuk mengangkat rock sebagai bahan jualan acara mereka.Untuk membuat acara sebesar TRT, anak-anak FH Trisakti udah mulai sibuk dari April lalu. Tapi mereka baru mulai rutin rajin rapat dan ngurus berbagai hal untuk TRT sekitar awal Juli ini. Panitia sendiri awalnya hanya terdiri dari anak-anak FH. Namun seiring perkembangan, BEM FH mulai merekrut anak-anak non BEM untuk membantu.Cerita soal TRT belum selesai sampai di sini lho. Besok kita lihat berbagai persiapan lain dari anak-anak kampus yang ada di bilangan Grogol itu. Road to TRT is just begin... (eny/)











































