Day 4, Lomba Film Ponsel di Sky Battle 2005

Day 4, Lomba Film Ponsel di Sky Battle 2005

- detikHot
Kamis, 10 Mar 2005 09:21 WIB
Day 4, Lomba Film Ponsel di Sky Battle 2005
Jakarta - Ide anak Labsky bikin lomba film ponsel memang kreatif banget. Lomba ini ternyata juga diklaim sebagai lomba film ponsel pertama lho di Indonesia.Ide untuk membuat film ponsel datang dari cewek Lab School yang namanya Sausan. Sewaktu dirinya duduk jadi anggota OSIS, Sausan diharukan membuat program kerja untuk satu tahun kedepan. Nah lagi iseng-iseng baca sebuah majalah tentang ponsel, cewek yang duduk di kelas dua ini nggak sengaja baca sebuah artikel yang didalamnya menyinggung tentang lomba film ponsel."Artikel itu lagi ngangkat tema tentang kamera video. Di situ tuh ada paragraf yang menyinggung sedikit banget tentang lomba bikin film pakai ponsel di Amerika. Orang yang bikin lomba itu mengklaim kalau dia yang pertama bikin lomba itu. Hadiahnya juga menarik banget jalan-jalan ke Filipina," tutur Sausan panjang.Setelah membaca artikel tersebut Sausan mulai mencari lebih jauh apa itu film ponsel. Walaupun hanya tahu soal garis besarnya saja, Sausan akhirnya mengajukan lomba film ponsel sebagai program kerjanya.Berhubung lomba tersebut masih baru, Sausan pun membuat sebuah workshop di bulan Desember lalu. Dalam workshop yang diikuti oleh anak-anak SMA dari berbagai sekolah itu, didatangkan seorang pembicara yang berasal dari Yayasan S.E.T. (Science, Estetika dan Technology) milik Garin Nugroho.Berbagai hal tentang cara membuat film diajarkan di workshop tersebut. Namun cara-cara membuat film yang diajarkan itu kata Sausan selalu dikaitkan dengan cara membuat film dengan ponsel.Selesai workshop, ternyata anak-anak Labsky juga mulai menyebarkan undangan ke sekolah-sekolah untuk mengikuti berbagai perlombaan yang ada di Sky Battle. Menurut Sausan karena lomba film ponsel ini digabung dengan berbagai lomba yang ada di Sky Battle, film ponsel pun menjadi kalah pamor dengan lomba-lomba yang lain."Publikasi untuk film ponsel sendiri juga kurang banget. Untuk lomba ini publikasinya harus lebih menerangkan. Apalagi karena masih baru dan pertama kalinya ada buat anak-anak SMA, pasti masih banyak orang yang bingung apa itu film ponsel," jelasnya.Meskipun kurang publikasi, setidaknya lima tim yang berasal dari empat sekolah berhasil terpilih sebagai peserta lomba film ponsel. Sekolah-sekolah tersebut adalah SMUN 34, SMU Don Bosco, SMU Pembangunan Jaya dan SMU tuan rumah yaitu Lab School Kebayoran (Labsky)."Sebenarnya yang daftar itu ada 11 tim, cuma sampai batas akhir penyerahan VCD film, yang nyerahin cuma lima tim dari empat sekolah," ujar Sausan.Sausan sendiri kurang mengetahui apa yang menjadi penyebab tim-tim yang sudah mendaftar tersebut nggak jadi ikutan lomba. Padahal waktu yang diberikan untuk membuat film yang berdurasi 2-5 menit itu cukup panjang, yaitu sejak bulan Januari hingga Maret.Sebelum lomba, panitia telah memberikan satu tema umum kepada para peserta yaitu tentang penggunaan teknologi di masyarakat. Dari tema tersebut menurut Sausan, seharusnya peserta bisa memecahkannya lagi menjadi beberapa sub tema yang lebih khusus. Apapun yang diangkat oleh mereka menjadi cerita asalkan ada penggunaan teknologinya, sudah sesuai dengan tema yang diberikan panitia.Seperti yang diceritakan oleh Aji dan Sheila peserta lomba film ponsel yang berasal dari SMU Labsky, mereka mengaplikasikan tema itu kedalam film dengan penggunaan berbagai alat teknologi di dalam cerita."Pemainnya kita suruh pakai telepon atau handphone, atau nggak pakai kamera," jelas Sheila yang dalam film itu jadi pemain sekaligus asisten sutradara.Aji sendiri selaku sutradara dari film yang ikut dilombakan itu cerita ke detikhot kalau dia bukan anak yang punya latar belakang ikutan eskul film di sekolah. Aji hanya tertarik ketika tahu kalau di Sky Battle ada lomba membuat film dengan ponsel."Ide ceritanya aja datang dari mimpi. Dua minggu setelah mimpi itu gue sama teman-teman gue yang lain baru mulai syuting. Syutingnya juga nggak lama cuma satu hari dari jam 11 siang sampai jam 5 sore," cerita cowok yang mengajak empat temannya, Sheila, Saskia, Sarita dan Pram untuk membuat film tersebut.Juri dari lomba ini adalah Dian Sasmita dan Andi Pulung. Dua orang itu juga berasal dari Yayasan SET yang di bulan Desember lalu telah membantu Sausan menjadi pembicara dalam workshop yang dibuatnya.Selain berasal dari yayasan SET kiprah keduanya dalam perfilamn juga sudah tidak diragukan lagi. Dian Sasmita saat ini terlibat sebagai sutradara dalam pembuatan film yang diangkat dari sebuah novel teenlit. Karya sebelumnya dari Dian adalah dokudrama tentang Soekarno yang pernah tayang di Trans TV. Sedangkan Andi Pulung, dikenal sebagai editor berbagai film, diantaranya Rindu Kami Padamu dan Fantasi Indosiar yaitu film yang bintangnya para akademia AFI 1 dan 2.Sebagai juri dari lomba film ponsel, Dian Sasmita merasa surprise dengan kerativitas anak-anak SMA sekarang. "Mereka punya banyak ide kemudian media nya untuk menampung ide-ide tersebut juga ada. Dan yang bikin senang mereka nggak melewatkan media-media itu begitu aja, tapi dimanfaatkan," imbuhnya.Apalagi tambah Dian lagi ide untuk membuat film dengan ponsel ini juga sangat menarik. Menariknya menurut Dian dari sekian banyak media untuk membuat film, anak-anak Labshool dan sekolah-sekolah lainnya ternyata bisa membuat film dari format yang sangat sederhana yaitu melalui handphone.Dua hal yang menjadi dasar untuk sebuah film menurut sutradara muda itu adalah ide cerita dan kreatifitas. "Tapi yang kita pentingin disini lebih ke kraetifitasnya," tambah Dian.Dari lima tim yang menjadi peserta lomba film ponsel, jura pertama, kedua dan ketiga akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik dari sponsor. Hadiah tersebut adalah 15 buah handphone dengan spesifikasi yang berbeda untuk 3 tim juara.Penasarang kayak apa film yang dibuat pakai ponsel, terus siapa yang jadi juara film ini, datang deh ke GOR Bulungan hari Sabtu (12/3/2005) nanti. Nama-nama pemenang sekaligus film yang telah mereka buat akan ditayangin disana. See u!. (eny/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads