Inersia: Band 'Anak Mami'
Jumat, 18 Feb 2005 18:28 WIB
Jakarta - Berdiri 1 Februari 2003, Inersia merupakan band yang terbilang masih muda. Tak hanya usia band, enam personelnya pun terbilang masih anak mami.Anak mami yang dimaksud bukan berarti negatif lho. Anak mami yang dimaksud adalah mereka benar-benar masih remaja sehingga manajemennya pun dipegang oleh salah seorang orang tua mereka. Bukannya nggak bisa lepas dari ortu, tapi mereka masih belum mau terlalu terikat dengan jadwal ngeband yang ketat. Soalnya, mereka masih menjalani bangku pendidikan.Misalnya saja Lala. Vokalis band ini masih berusia 19 tahun dan sibuk kuliah di Universitas Indonesia jurusan sastra Inggris. Dari usia, Lala ditemani Astrid sang pemencet keyboard yang juga duduk di kampus UI, Bagus yang membetot bass kuliah di STEKPI Kalibata dan Putra penggebuk drum yang kuliah di Bina Nusantara. Sementara 2 personel lainnya yaitu Gaza dan Aji yang sama-sama berusia 17 tahun masih duduk di SMA kelas 2.Kendati berbeda tempat belajar, tidak membuat mereka sullit bertemu. Lokasi rumah yang berada di daerah Jakarta Selatan memudahkan mereka untuk berkumpul. Dan karena itulah mereka membentuk Inersia yang berarti 'kekuatan untuk menetap di kedudukan yang terbaik'. Nama ini mereka ambil dari istilah pelajaran Fisika di SMA."Nama ini sesuai dengan kami yang berharap menjadi yang terbaik dan mampu bertahan untuk tetap menjadi yang terbaik," ujar Lala yang dipercaya oleh kelima temannya menjadi juru bicara.Kendati masih baru, bukan berarti band ini minim prestasi. Sejak berdiri, Inersia sempat beberapa kali menjuarai beberapa kompetisi besar. Mereka sempat menyabet juara II lomba se-Jawa-Bali kompetisi band 'Hari Musik Nasional', Juara I se-Jakarta pada kompetisi Lipton & Hai Band dan pada tingkat nasional menjadi juara III serta masuk final di 'Asean Beat Competition'.Tak hanya manggung di acara berbau kompetisi, Inersia juga seringkali manggung di acara pensi-pensi SMA, tapi juga perguruan tinggi.Sambutan penonton pun cukup baik mengingat band ini cukup asyik dipandang dan memiliki gairah bermusik yang lumayan.Dan pada Oktober 2004 lalu, mereka menelurkan satu album perdana yang bertajuk 'Bersama'. Musik pop fusion yang mereka usung cukup enak didengar. Tak percuma band asal Jakarta ini pernah mendapat tawaran bergabung dengan Sony Musik.Ceritanya, Lala dan teman-temannya rajin mengirimkan demo ke label-label besar, salah satunya adalah Sony Musik Indonesia. Mendengar demo 'Inersia', Sony tertarik untuk memasukkan mereka dalam album kompilasi dan janji setelah dua tahun mereka akan memiliki album sendiri.Tapi, rupanya keenam personel Inersia belum tertarik dengan tawaran tersebut. Mereka tak ingin membuang waktu dalam karir bermusik mereka dengan album kompilasi. Menolak tawaran Sony, mereka mendirikan sendiri perusahaan rekaman Inersia Music Inc. Dan keluarlah album 'Bersama' ini.Dalam album ini, Inersia membagi lirik lagu dalam dua kategori, bahasa Indonesia dan Inggris. Hal ini merupakan bagian dari rencana panjang Inersia yang suatu sangat ingin go internasional. Menjadi yang terbaik, bertahan di papan atas industri musik Indonesia dan akhirnya mendunia. Mudah-mudahan... (ana/)











































