Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Irsyad Sudiro dan Wakil Ketua BK Gayus Lumbuun menemui Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR Senayang, Jakarta, Senin (7/4/2008). Pertemuan tertutup itu membahas 4 masalah, salah satunya mengenai lirik lagu Slank yang dianggap "menyakitkan".
"Saya tidak sebut namanya, di sana disebutkan DPR tukang buat UU dan korupsi. Itu akan ditindaklanjuti. Di lagu itu juga disebutkan UUD ujung-ujungnya duit. Ini menista nama baik lembaga. Grup band itu sedang dukung KPK dalam memberantas korupsi," ujar Gayus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa bener ada mafia pemilu?entah gaptek apa manipulasi data...ujungnya beli suara rakyat
Mau tau gak mafia di Senayan? kerjanya tukang buat peraturan.. bikin UUD ujung-ujungnya duit
Sementara itu Slank yang dihubungi detikhot belum bisa memberikan komentar mengenai masalah ini. "Kita belum bisa kasih komen. Kita baru tahu dan baca," tutur Abdee sang gitaris via ponselnya.
Abdee juga menjelaskan bahwa lagu tersebut adalah karya lama Slank yang sudah pernah dipublikasi sebelumnya. Namun lagu tersebut dikumpulkan lagi dan dirilis bersamaan dengan hits lainnya sebagai alat penolakan terhadap KKN. Beberapa lagu lain yang masuk dalam album tersebut yaitu 'Hei Bung', 'Feodalisme', 'Naik-naik ke Puncak Gunung' dan banyak lagi.
(yla/yla)











































