Detikhot bersama Asta tiba lebih awal di Plaza EX, rencananya kami akan bersantai sambil menghabiskan waktu. Studio XXI jadi tujuan pertama. Asta bersama beberapa teman lainnya nonton film laga 'Vantage Poin'.
"Daripada bengong mending nonton dulu. Kayaknya filmnya keren sih," ujar Asta seraya ngantri beli tiket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi nyampe sini jam tujuhan. Nunggu aja tadi di kantor istirahat. Rutinitas kan jadi padat harus jaga stamina pastinya. Colong-colong waktu tidur," tutur Nino.
"Tidur-tidur ayam gitulah," sambar Rayi.
Sebelum ke kantor RAN di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rayi sempat pulang ke rumah untuk istirahat dan bersiap-siap. Nino pun melakukan hal serupa.
"Gue jadi lebih sering ketemu anak-anak RAN daripada bokap, nyokap, pacar juga dosen," keluh Nino bercanda.
Pukul 21.00 WIB Hard Rock Cafe mulai dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan RAN, atau melihat aksi Soulvibe yang malah itu jadi band pembuka di acara 'March on Stage'. Ketegangang mulai menghampiri Rayi, Asta dan Nino. Paras Rayi lebih tegang dari yang lain.
Ia tak bisa duduk diam, mondar-mandir. Sementara Asta duduk diam bersama teman-temannya. Dan Nino? Pria kelahiran Jakarta, 21 November 1987 dengan nama Anindyo Baskoro itu tetap ceria dan tebar pesona lewat senyumnya. Ia menyapa beberapa teman RAN yang datang malam itu (26/3) termasuk pembetot bass Samsons, Aldri.
Sebelum manggung, 3 kotak sepatu tiba-tiba disuguhkan ke hadapan Rayi, Asta dan Nino. Rupanya itu adalah sepatu Converse special edition RAN. Wow... Anak-anak RAN langsung mengenakannya. "Agak sempit ya? Mungkin baru kali," ujar Nino girang.
Jelang pentas, Rayi makin tegang. Ia pun langsung melakukan rutinitas wajibnya sebelum manggung. Kabarnya tanpa rutinitas ini Rayi merasa mual-mual. Apa tuh?
(yla/yla)











































