Ibunda Raffi Ahmad, Amy Qanita, buka suara mengenai perasaannya saat putra sulungnya terseret dalam pusaran kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melibatkan PT Blueray Cargo. Kabar miring tersebut sempat membuat heboh publik setelah nama Raffi Ahmad disebut-sebut dalam persidangan terkait pengiriman barang elektronik ilegal dari Amerika Serikat.
Amy Qanita tak menampik dirinya sempat merasa was-was ketika berita tersebut pertama kali meledak di media sosial. Sebagai orang tua, ia mengaku langsung mencari tahu kebenaran informasi tersebut melalui berbagai sumber sebelum mengonfirmasinya secara langsung kepada pihak keluarga.
"Awal-awal kan melihat kan di sosmed 'Aduh apaan nih', dilihat lagi dilihat lagi gitu kan. Terus browsing 'Ini apaan tuh', oh ternyata ya sudah mengertilah kasusnya ini," kata Amy Qanita saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendapatkan informasi awal, ia segera menghubungi Raffi Ahmad dan menantunya, Nagita Slavina. Ia ingin mendengar kronologi yang sebenarnya agar tidak termakan oleh narasi-narasi keliru yang berkembang di media sosial.
"Langsung nanya kan ke Raffi, Raffi jelasin, terus telepon ke Gigi, Gigi juga menceritakan kronologisnya. Ya sudah pas sudah diceritain sama Gigi sama Raffi ya sudah tenang," ujar Amy Qanita.
Bagi Amy Qanita, tuduhan Raffi Ahmad memesan laptop atau barang mewah melalui jalur ilegal terasa sangat tidak masuk akal. Ia mengenal betul karakter putranya yang cenderung tidak terlalu memahami urusan belanja barang elektronik, apalagi jika harus melalui proses yang menyalahi aturan.
"Awalnya juga gak kepikiran 'Masa iya sih Raffi pesan laptop' kayaknya mah gak mungkin," ucap Amy Qanita.
Nama Raffi Ahmad sendiri mulai dikaitkan dengan kasus PT Blueray Cargo setelah muncul dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) salah satu saksi di pengadilan. Kesaksian tersebut menyebutkan adanya komunikasi terkait penitipan barang elektronik berupa laptop dan iPhone dari Amerika Serikat menuju Indonesia.
Dalam klarifikasi resminya, Raffi Ahmad yang didampingi kuasa hukum Hotman Paris Hutapea menegaskan pertemuan dengan pihak PT Blueray hanya terjadi secara tidak sengaja di New York. Saat itu, ia baru saja menyelesaikan ajang maratohn hanya menuruti permintaan foto bersama dari pegawai perusahaan kargo tersebut tanpa ada transaksi apa pun.











































