Konser Toto yang untuk kedua kalinya terpaksa kembali batal digelar sesuai jadwal. Sebelumnya 12 Mei 2006, konser Toto di Hotel Shangri-La dibatalkan karena alasan ketidaksiapan panitia.
"Saat itu jadwalnya amburadul, promonya kurang jadi dibatalkan," kata Tommy Pratama kepada detiksurabaya.com di Hotel Elmi Surabaya, Kamis (13/3/2008). Saat itu kata dia, Toto hanya konser di Jakarta tanggal 14 Mei 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang promotor showbiz, entertainment, event organizer, manajemen konser, manajemen produksi (Sound System & Music Instrument, Stage-Rigging-Design-Lighting Effect, Generator Set Person In Charge) segudang prestasi telah disandangnya.
Dalam kurun waktu 16 tahun ini, Original Production yang didirikan Tommy Pratama pada tahun 1991 ini telah sukses memboyong beberapa artis manca negara ke Indonesia maupun menyelengarakan even yang diikuti artis lokal.
Namun, segudang pengalaman sukses ini seolah runtuh karena tersandung masalah ketika Toto menolak menggunakan peralatan lokal dalam konser yang digelar di Empire Palace di Jl Blauran Surabaya, Rabu (12/3/2008) malam.
Ratusan penonton kesal dan menumpahkan kekecewaannya dengan menjebol pintu lokasi konser. Meski dijanjikan konser diundur hari Kamis (13/3/2008), sebagian penonton tetap memaksa panitia mengembalikan uang tiketnya.
Sederet artis internasional yang telah dipromotori Original Production selama di tanah air antara lain Air Supply, Megadeth, Scorpions, Deep Purple, Dione Warwick, Shaggy, serta grup band berkelas dunia lainnya.
"Ini adalah pengalaman pertama kali. Benar-benar diluar perhitungan kita," ujar Tommy menanggapi mundurnya konser Toto. Baginya, insiden di Surabaya ini merupakan pelajaran yang sangat berarti untuk even-even selanjutnya.
Akibat kejadian yang membuat warga Surabaya kecewa dia mengaku siap menerima imbas kekecewaan. Dia tak melawan meski dituding tak profesional.
"Silahkan kalau ada yang bilang begitu. Tetapi saya tetap pegang komitmen untuk memberikan yang terbaik," tegas pria yang pernah meraih anugerah Adhi Karya Wisata dari pemerintah DKI Jakarta pada tahun 2006 itu. (gik/dit)











































