Backstreet Boys menggebrak Jakarta dengan kostum tinju. Di awal pertunjukkan terdengar suara moderator layaknya acara tinju yang mengenalkan nama-nama anggota kelompok vokal tersebut. Konser dibuka dengan lagu 'Larger Than Life'
Lagu beraliran up-beat itu pun membuat penggemar mereka heboh dan langsung ikut bernyanyi. Ditambah dengan aksi panggung empat laki-laki itu yang cukup atraktif lewat tarian-tarian mereka nan kompak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah penonton sempat adem, atmosfer konser mulai naik ketika Backstreet Boys menyanyikan lagu-lagu dari album lama mereka seperti 'Quit Playing Games (With My Heart)' dan 'As Long As You love Me'. Lagu slow mereka seperti 'Show Me The Meaning of Being Lonely' dan 'All I Have To Give' pun tak membuat semangat para fans luntur. Mereka bahkan dengan lantang menyanyikan lagu-lagu itu.
Puncak kehebohan konser terasa saat Backstreet Boys menyanyikan lagu 'Backstreet Back.' Teriakan histeris langsung membahana.
Usai 'Backstreet Back', Backstreet Boys pura-pura pamit. Mereka kembali setelah mendengar teriakan we want more. Konser pun ditutup dengan lagu 'Shape of My Heart.'
Sama seperti musisi luar negeri sebelumnya yang juga asal Amerika, band My Chemical Romance, Backstreet Boys tak merasa perlu berbahasa Indonesia. Selama berkomunikasi dan menyapa penonton konser, mereka melakukannya dalam bahasa Inggris.
"Hello, we are the Backstreet Boys," begitu kata A.J yang disambut oleh teriakan heboh dari para penonton.
Dalam celotehannya disela-sela konser, Nick Carter cs., juga sempat mengutarakan bahwa mereka merasa sangat senang dan terhormat bisa menghibur fansnya di Indonesia. Menurut boyband yang kehilangan salah satu personelnya, Kevin itu karena fans-fansnya yang setialah mereka bisa bertahan di blantika musik selama 15 tahun.
Selama kurang lebih 1 jam 45 menit konser, boyband yang sudah merilis 7 album studio itu kerap berganti-ganti kostum. Beberap kostum yang mereka gunakan dalam konser berkonsep teatrikal itu di antaranya, kostum tinju, jaket kulit ala bikers, jas resmi serta baju kasual seperti t-shirt dan jeans.
Jika kostum mereka cukup heboh, tidak demikian dengan panggung. Meski berkonsep teatrikal, panggung Backstreet Boys terkesan sepi.
Terlepas dari sepinya dekorasi panggung, penonton tampaknya tetap tidak peduli. Rela membayar tiket mulai dari Rp 750 ribu hingga lebih dari Rp 1 juta, penggemar Backstreet Boys yang kebanyakan sudah bukan ABG lagi, tetap asyik bernostalgia dan histeris bersama. (kee/eny)











































