Rencana penampilan musisi ternama dunia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026 mendatang menyedot perhatian banyak pihak. Tokoh Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KPAA Panembahan Karyonagoro, menilai konser berskala internasional ini dapat menjadi momentum penting untuk membuka dialog kebudayaan dunia.
Menurut KPAA Panembahan Karyonagoro, musik klasik Eropa yang dibawakan Bocelli dan seni tradisional Nusantara memiliki estetika yang berbeda. Namun, keduanya disebut sama-sama merefleksikan peradaban manusia.
"Musik klasik yang identik dengan Andrea Bocelli dan tradisi seni Indonesia memiliki latar sejarah serta ekspresi estetika yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama memperlihatkan bagaimana seni menjadi bagian dari perjalanan peradaban manusia," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (24/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPAA Panembahan Karyonagoro menjelaskan bahwa Indonesia kaya akan seni pertunjukan seperti karawitan, gamelan, dan tembang yang kaya akan nilai filosofi. Dalam kacamata kebudayaan keraton, seni tak sekadar menyajikan keindahan visual atau audio, tetapi juga melatih kehalusan rasa serta keselarasan.
Perjumpaan tradisi yang berbeda ini diharapkan bisa saling memperkaya tanpa mengikis identitas masing-masing.
Selain itu, pemilihan lokasi di Candi Borobudur juga menaruh perhatian khusus pada aspek pelestarian. Sebagai situs warisan dunia UNESCO, Borobudur memuat nilai spiritual, historis, dan arkeologis yang wajib dijaga ketat selama helatan berlangsung.
"Pemilihan Borobudur sebagai lokasi konser juga menghadirkan dimensi penting tentang hubungan seni dengan warisan sejarah. Karena itu, setiap kegiatan berskala internasional di kawasan tersebut perlu memperhatikan pelestarian situs, penghormatan terhadap nilai budaya, serta kepentingan masyarakat setempat," tuturnya.
Momentum ini dinilai menjadi peluang emas untuk mendorong diplomasi budaya. Kolaborasi antar seniman dan hadirnya penonton internasional dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan seni tradisional Indonesia ke panggung global.
"Pada akhirnya, dialog kebudayaan tidak berarti menyamakan semua tradisi, melainkan membangun penghormatan di tengah perbedaan. Musik dapat menjadi salah satu jembatan untuk mempertemukan masyarakat, sementara warisan budaya memberikan pijakan historis bagi identitas suatu bangsa," pungkasnya.
