Forestra 2026 Siap Digelar 29 Agustus

Forestra 2026 Siap Digelar 29 Agustus

prih febriani - detikHot
Minggu, 02 Agu 2026 17:19 WIB
Forestra 2026
Forestra 2026. Foto: dok pribadi
Jakarta -

Satu lagi nih gelaran musik yang sayang banget kalau kalian lewatkan. Gelaran musik itu adalah Forestra 2026. Gelaran ini bakal dilaksanakan pada 29 Agustus 2026.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Forestra kembali memperkuat identitasnya sebagai ruang yang mempertemukan alam, musik, dan manusia. Berlokasi di Orchid Forest Cikole, Lembang-Bandung, pertunjukan ini menghadirkan kolaborasi lintas genre yang dipadukan dengan lanskap hutan pinus, tata artistik, tata cahaya, dan visual yang dirancang untuk menyatu dengan alam sehingga setiap penampilan menjadi pengalaman yang hanya dapat dirasakan di Forestra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kolaborasi eksklusif Erwin Gutawa Orchestra bersama Mahalini, /rif, Hindia & .Feast, Senyawa, Iwa K, dan Naykilla. Ada juga penampilan tunggal dari Sukses Lancar Rejeki, Aldy Amis, serta Naykilla & Jemsii yang akan melengkapi perjalanan musikal sejak sore hingga malam hari di tengah keindahan Orchid Forest Cikole.

ADVERTISEMENT

"Sejak awal, Forestra hadir dengan visi untuk mempertemukan alam, musik, dan manusia dalam satu pengalaman yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Kami ingin Forestra tidak hanya dikenal sebagai pertunjukan musik tahunan, tetapi juga menjadi destinasi wisata berbasis alam dan musik atau destination concert yang membuat orang ingin kembali ke Bandung setiap tahunnya. Seluruh pengembangan Forestra selalu berangkat dari semangat menghadirkan pengalaman yang autentik, berkualitas, dan tetap selaras dengan alam. Karena bagi kami, Forestra bukan hanya tentang menikmati musik, tetapi tentang menciptakan pengalaman yang dapat dirasakan, dikenang, dan membuat orang ingin kembali lagi," ujar Barry Akbar selaku CEO ABM saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, kemarin.

Erwin Gutawa selaku Music Director Forestra menjelaskan, setiap aransemen dikembangkan secara khusus agar kolaborasi tersebut tetap terasa autentik bagi para musisi maupun penonton.

"Bagi saya, aransemen orkestra bukan untuk mengubah sebuah lagu, tetapi memberikan ruang agar lagu tersebut dapat berbicara dengan cara yang berbeda. Setiap musisi memiliki identitas yang harus tetap dijaga, sementara tugas kami adalah menemukan warna baru yang bisa memperkaya karya tersebut. Di Forestra, seluruh proses itu menjadi semakin istimewa karena musik bertemu dengan suasana alam, sehingga menghasilkan pengalaman musikal yang tidak bisa ditemukan di tempat lain," ujar Erwin Gutawa.



(wes/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads